Mahfud-MD
Mahfud MD. (foto: detik/Grandyos Zafna)

harianpijar.com, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak seluruh permohonan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Terkait hal itu, mantan Ketua MK Mahfud MD mengatakan masih banyak peluang bagi Prabowo Subianto untuk mengabdi kepada bangsa.

“Medan pengabdian sangat luas di negara kita. Untuk mengabdi kepada bangsa dan negara tidak harus menjadi presiden. Prabowo bisa memimpin koalisinya di DPR untuk mengawasi pemerintahan dan membenahi berbagai UU. Bisa juga bergabung ke eksekutif dengan mengirim kadernya di kabinet,” ujar Mahfud MD kepada awak media, Jumat, 28 Juni 2019.

Baca juga:   KPU Akan Tetapkan Pasangan Capres-Cawapres Terpilih 30 Juni

Menurut Mahfud MD, Prabowo Subianto memiliki kekuatan politik yang besar berdasarkan hasil Pemilu 2019. Dirinya menilai kekuatan itu bisa menjadi luar biasa jika disinergikan dengan kekuatan politik Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Kalau memang cinta Indonesia, harus terus berjuang dengan modal politik yang dimiliki. Modal politik Prabowo-Sandi besar, dipilih oleh 44,5 persen dalam pemilu ini. Itu dahsyat jika disinergikan dengan modal politik Jokowi-Ma’ruf yang dipilih 55,5 persen. Itu akan membuat negara dan bangsa lebih cepat untuk maju,” terang Mahfud MD.

Baca juga:   Begini Kata Demokrat Terkait Pidato Jokowi di Pleno Penetapan Presiden Terpilih

Sebagaimana diketahui, MK menolak seluruh permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo-Sandi. Dengan putusan ini, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin tetap memenangi Pilpres 2019.

“Mengadili, menyatakan, dalam eksepsi menolak eksepsi Termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan: menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua MK Anwar Usman membacakan amar putusan dalam sidang gugatan hasil pilpres di gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Juni 2019. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of