Tim Hukum Jokowi-Ma’ruf: Hakim MK Nilai Banyak Bukti Video Isinya Bohongan

Yusril-Ihza-Mahendra
Yusril Ihza Mahendra (tengah) di sidang perdana sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6/2019). (foto: liputan6/Johan Tallo)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Tim Hukum Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menyebut video yang dijadikan bukti oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ternyata tidak berkesesuaian dengan perkara yang disengketakan.

“Hakim konstitusi sudah menonton semua video-video yang dijadikan bukti, video itu tidak berhubungan dengan apa yang mereka dalilkan, dengan kata lain banyak video isinya bohong-bohongan,” ujar Yusril Ihza Mahendra di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.

Baca juga:   Bandingkan dengan Ma'ruf Amin, Sandiaga: Waktu di Pilgub DKI Saya Mundur dari Semua Korporasi

Yusril Ihza Mahendra mengatakan, tidak hanya video, dari semua bukti yang dihadirkan tim hukum Prabowo-Sandi di persidangan tidak satupun yang dapat membuktikan adanya pelanggaran pemilu terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

“Bukti-bukti itu ditolak oleh majelis hakim sebagai bukti yang tidak beralasan hukum,” kata Yusril Ihza Mahendra.

Selain itu, dikatakan anggota tim hukum Jokowi-Ma’ruf Amin Teguh Samudera, bukti video tersebut dianggap bohong karena muatannya tidak sesuai dengan perkara.

Baca juga:   Begini Kata Yusril Ihza Mahendra Soal Kursi Ketua MPR

“Contohnya video di Boyolali dikatakan kejadiannya di Nias Selatan,” sebutnya.

Menurut Teguh Samudera, bukti-bukti tak bersesuaian itu, malah menunjukkan pemilihan umum sebenarnya sudah berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Ini lah yang membuktikan bahwa tidak benar tuduhan dan sangkaan dari pihak pemohon yang mengatakan pemilu ini curang,” tandas Teguh Samudera. (elz/med)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar