Saleh-Partaonan-Daulay
Saleh Partaonan Daulay. (foto: screenshot YouTube)

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Sekjen PAN Saleh Partaonan Daulay meminta capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tetap berada bersama umat dan masyarakat yang mendukungnya hingga saat ini.

Menurut hasil perhitungan berjenjang KPU, ada 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari total suara sah nasional yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Saleh Partaonan Daulay mengatakan walau hal itu tidak bisa membawa kemenangan, kepercayaan mereka harus dijaga.

“Saya yakini bahwa mereka tidak hanya sekadar memilih Prabowo-Sandi, tetapi mereka juga menggantungkan harapan yang cukup besar. Harapan itu tentu haruslah dijaga,” ujar Saleh Partaonan Daulay kepada JPNN, Rabu, 26 Juni 2019.

Baca juga:   Prabowo Jadi Capres Terkuat di Survei, Golkar: Bisa Saja Nanti Berkoalisi

Saleh Partaonan Daulay menuturkan menjaga harapan rakyat yang telah memilih tidak mesti harus menjadi presiden. Bisa juga dengan mengadvokasi kepentingan masyarakat melalui jalur politik dan kekuatan civil society yang ada.

“Dan itu tentu sangat pas jika dipimpin oleh Prabowo,” sebutnya.

Dalam konteks itu, Saleh Partaonan Daulay menilai sangat tidak tepat jika rekonsialiasi yang mungkin akan segera dilakukan Prabowo Subianto dengan Joko Widodo (Jokowi) diarahkan pada upaya bagi-bagi kursi.

Saleh Partaonan Daulay mengatakan masyarakat tidak akan menginginkan Prabowo-Sandi memutar haluan bergabung ke 01 seperti yang belakangan banyak diperbincangkan. Mereka tetap menginginkan ada pemimpin informal yang bisa menjadi kekuatan penyeimbang dari pemerintah yang akan berkuasa nanti.

Baca juga:   Bantah Istana Pelihara Buzzer, Ngabalin: Yang Lebih Banyak Difitnah adalah Pemerintah

“Walaupun ada tawaran, Prabowo-Sandi sebaiknya menjaga komitmen bersama masyarakat pendukungnya. Ini bukan persoalan politik kekuasaan semata, tetapi lebih luas dari itu politik kebangsaan. Saya yakin, Prabowo tidak akan tergiur,” kata Saleh Partaonan Daulay.

Namun, dikatakan Saleh Partaonan Daulay, karena rekonsilisasi Prabowo Subianto dengan Jokowi telah diwacanakan, tentu layak untuk ditanggapi. Dirinya hanya mengingatkan bahwa kesetiaan dan harapan masyarakat itu harganya mahal. Karena itu, sangat tidak seimbang jika dibarter dengan tawaran politik apa pun. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of