Soal Gerindra Pantas Ditawari Masuk Kabinet Jokowi, JK: Itu Biasa Saja dalam Politik

Jusuf-Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Arsul Sani mengatakan Partai Gerindra pantas ditawari untuk bergabung kabinet pemerintahan. Terkait hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut masuk-tidaknya Partai Gerindra tergantung Jokowi.

“Karena pemerintah akan datang saya tidak ikut lagi, saya tidak tahu itu lagi koalisi-koalisi itu. Itu tergantung ke Pak Jokowi sendiri,” ujar JK di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Juni 2019.

Menurut JK, jika Partai Gerindra masuk koalisi kabinet Jokowi, itu bukanlah sesuatu yang baru. Pada kabinet Jokowi 2014-2019, PAN, Partai Golkar, dan PPP, yang awalnya berseberangan, juga bergabung.

Baca juga:   Andre Rosiade Soal PSK yang Digerebek Dihukum 5 Bulan Penjara: Kemaksiatan Harus Diberantas

“Jadi politik itu dinamis sekali. Karena itulah dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi. Hari ini berlawanan, tapi ujungnya juga bersamaan. Itu biasa saja dalam politik,” ungkapnya.

JK menilai, jika masuk kabinet, partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu tidak akan mempengaruhi sistem demokrasi yang sehat. Sebab, menurutnya, banyak kebijakan di kabinet berbeda dengan kebijakan partai.

“Pengalaman kita, kebijakan kabinet berbeda dengan partai-partai yang ada di DPR. Pada ujungnya seperti PAN. Karena mendukung Prabowo, menteri PAN itu di-reshuffle,” kata JK.

Sebelumnya, TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menyatakan Partai Gerindra pantas mendapatkan tawaran bergabung ke kabinet di periode 2019-2024. TKN mengaku mereka menghormati Partai Gerindra.

Baca juga:   Projo: Yang Ingin Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin Harus Hadapi Rakyat

“Ada juga yang berpendapat, kalaupun partai koalisi di pemerintahan yang akan datang mau bertambah, Gerindra pantas ditawari,” ujar Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Pasalnya, dikatakan Arsul Sani, sejumlah partai di Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menganggap Partai Gerindra bersikap kesatria dalam Pemilu 2019. Menurutnya, Partai Gerindra tetap patuh pada undang-undang dalam menyelesaikan perselisihan Pemilu 2019.

“Ada memang sebagian partai-partai di KIK yang, katakanlah, memberikan penghormatan lebih kepada Gerindra. Kenapa? Karena dianggap Gerindra lawan kontestasi yang gentleman, yang menggunakan jalur sesuai UU untuk kontestasi,” pungkas Arsul Sani. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar