Nilai ToT TKN Penuhi Unsur Kecurangan TSM, BPN Yakin Pihaknya Menang di MK

Habiburokhman
Habiburokhman. (foto: twitter/habiburokhman)

harianpijar.com, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merasa yakin tim hukumnya akan memenangi gugatan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Pasalnya, menurut BPN, pelatihan training of trainer (ToT) yang digelar Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo(Jokowi)-Ma’ruf Amin memenuhi unsur kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

“ToT itu kan sekaligus memenuhi 3 hal, terstruktur, kenapa terstruktur? Di sana ada gubernur, ada Pak Presiden. Sistematis, rapat itu kan dipersiapkan. Masif, yang diundang semua provinsi, begitu,” ujar anggota Direktorat Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Habiburokhman kepada awak media, Sabtu, 22 Juni 2019.

“Saya pikir karena yang diundang itu dari seluruh Indonesia, seluruh provinsi, tentu unsur masifnya terpenuhi, terstrukturnya kan jelas ada kata-kata aparat. Sistematis caranya sudah disiapkan rapat tersebut,” imbuhnya.

Baca juga:   Bantah Bambang Widjojanto, Tim Hukum 01: Dalam Jawaban Kita Tak Ada Link Berita

Dalam persidangan, kata ‘aparat’ yang dimaksud sudah dijelaskan oleh saksi dari tim hukum Jokowi-Ma’ruf Amin, Anas Nashikin. Habiburokhman tak mempersoalkan penjelasan Anas Nashikin. Namun, dirinya yakin hakim MK bisa menentukan pernyataan para saksi di persidangan.

“Ya kan semua orang boleh berdalih, tapi di MK itu sangat dikenal yang namanya frasa, prinsip yang sering, logika, atau penalaran yang wajar. Jadi dalih silakan saja, tapi 9 hakim itu orang yang sangat berpendidikan, cerdas, paham, sangat berpengalaman, mereka bisa menggunakan logika dan penalaran yang wajar, jadi nggak gampang, ngeles itu nggak gampang,” ungkapnya.

Selain itu, keyakinan Habiburokhman juga ditambah dengan kesaksian ahli yang dibawa tim hukum Jokowi-Ma’ruf Amin, yakni Heru Widodo dan Edward Omar Syarief Hiariej. Menurutnya, berdasarkan apa yang disampaikan kedua ahli itu, perkara TSM bisa diputuskan oleh MK.

Baca juga:   Paslon 02 Minta 01 Didiskualifikasi, Ma'ruf Amin: Jangan Maunya, Nanti yang Memutuskan MK

“Kemudian saksi ahli tak ada satu pun yang menentang bahwa MK bisa memutus kualitatif, beyond undang-undang, di atas undang-undang, Heru Widodo yang diajukan mengatakan begitu, Eddy OS mengatakan begitu, yang diajukan KPU juga begitu, bahkan keterangannya termohon, seingat saya mengatakan begitu, bahwa MK juga pernah memutus perkara-perkara TSM kualitatif, itu jawaban dari KPU sendiri. Jadi kita sih yakin bangetlah, insyaallah putusannya bagus buat kita,” kata Habiburokhman.

Habiburokhman menilai fakta persidangan membuat dugaan kecurangan dalam Pilpres 2019 semakin terang. Karena itu, dirinya berharap permohonan tim hukum Prabowo-Sandi dikabulkan hakim MK.

“Kita tak boleh mendahului keputusan Mahkamah, tapi saya berpandangan sangat positif,” pungkasnya. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar