Bakal Gelar RPH Terkait Gugatan Hasil Pilpres 2019, Ini yang Dibahas Hakim MK

Sidang-MK
Sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). (foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

harianpijar.com, JAKARTA – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) pada pekan depan bakal menggelar rapat permusyaratan hakim (RPH). Rapat tersebut dilakukan untuk pengambilan keputusan atas gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan oleh paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Jubir MK Fajar Laksono, RPH dijadwalkan digelar pada Senin, 24 Juni 2019 hingga Kamis, 27 Juni 2019. Rencananya, sidang pembacaan putusan akan dilakukan pada Jumat, 28 Juni 2019.

“RPH diagendakan Senin-Kamis besok. RPH membahas dan mengambil keputusan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, alat bukti dan keyakinan hakim,” ujar Fajar Laksono, Sabtu, 22 Juni 2019.

Baca juga:   Meski Kecewa, Prabowo Nyatakan Hormati Putusan MK Tolak Gugatan Pilpres

Sebelumnya, Ketua MK Anwar Usman juga memastikan sidang putusan gugatan hasil Pilpres 2019 paling lambat digelar pada Jumat, 28 Juni.

Tim hukum Prabowo-Sandi dalam permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 meminta MK mendiskualifikasi paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Dalam petitumnya, Prabowo-Sandi memohon ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019.

Dalam dalil permohonan, tim hukum Prabowo-Sandi memaparkan 5 dugaan kecurangan yang disebut bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) terkait dugaan penyalahgunaan kekuasaan, yakni pertama, penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Program Kerja Pemerintahan. Kedua, soal penyalahgunaan birokrasi dan BUMN.

Baca juga:   Politisi Gerindra Nilai Prabowo Sudah Ucapkan Selamat ke Jokowi

Ketiga, ketidaknetralan aparatur negara: polisi dan intelijen. Keempat, pembatasan kebebasan media dan pers, dan kelima yaitu diskriminasi perlakuan dan penyalahgunaan penegakan hukum.

Selain itu, dalam petitumnya, tim hukum Prabowo-Sandi menyebut perolehan suara yang berbeda dari penetapan hasil rekapitulasi oleh KPU. Di mana, menurut tim hukum Prabowo-Sandi, Jokowi-Ma’ruf Amin memperoleh 63.573.169 suara (48 persen), sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh suara 68.650.239 (52 persen).

Sementara itu, KPU sebagai pihak termohon dan tim hukum Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai pihak terkait dalam jawaban atas gugatan meminta MK menolak seluruh permohonan tim hukum paslon nomor urut 02 tersebut. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar