Bivitri-Susanti
Bivitri Susanti. (foto: medcom/Lukman Diah Sari)

harianpijar.com, JAKARTA – Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti mengapresiasi kedua paslon di Pilpres 2019, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang siap menerima apapun putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Pendukung kedua paslon juga diminta untuk tetap komitmen menerima putusan MK.

Bivitri Susanti menuturkan kedua paslon sejak awal telah sepakat untuk mengikuti mekanisme pemilu dan berhenti di tahap akhir, yaitu sengketa hasil perolehan suara di MK.

“Jangan juga kita tidak konsisten, dari awal ketika kedua paslon ini sepakat berkompetisi, artinya mereka sepakat aturan main yang ada dari awal sampai akhir, kampanyenya bagaimana dan lain sebagainya. Lah kenapa di akhir ini tidak mau mendengar, dengan berbagai macam asumsi MK tidak netral,” kata Bivitri Susanti seusai menghadiri sebuah diskusi di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu, 16 Juni 2019.

Baca juga:   Sebut TKN Akan Dibubarkan, Moeldoko: Bisa Jadi Ada Tambahan Lagi, Itu Namanya Koalisi 'Plus-Plus'

Menurut Bivitri Susanti, tidaklah adil bila para paslon berbeda sikap di awal dan akhir pemilu, yakni jika menolak keputusan MK nanti saat merasa tidak diuntungkan.

“Menurut saya itu (menolak) tidak fair. sepakati aturan main yang ada, semua keputusan harus diterima dengan baik baik. ini kompetisi politik yang biasa Katakanlah lima tahun ini ada yang kalah, lima tahun lagi ada pemilu yang berikutnya. Silahkan diikuti, diulangi dengan cara lebih baik, mungkin saja nanti menang,” terangnya.

Baca juga:   BPN Akui Sulit Buktikan Tuduhan Kecurangan TSM di Pilpres 2019

Bivitri Susanti pun mendorong agar masyarakat mempercayai MK beserta keputusannya terkait sengketa hasil PHPU nanti.

“Saya tentu saja mendorong agar masyarakat kita percaya betul terhadap keputusan MK ini. Secara konstitusional, memang desainnya MK yang memutus hasil sengketa hasil pemilu,” ujar Bivitri Susanti. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of