Bela SBY dan Hinca, Ferdinand Demokrat Sebut Subur Sembiring Tak Paham Apa yang Terjadi

Ferdinand-Hutahaean
Ferdinand Hutahaean. (foto: detik/Yulida Medistiara)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua DPP Partai Demokrat Subur Sembiring mengkritik Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lantaran menunjuk Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan sebagai pelaksana tugas harian.

Menanggapi hal itu, Kadiv Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai Subur Sembiring tidak memahami situasi yang saat ini dihadapi partai.

“Apa yang disampaikan Subur Sembiring itu sesuatu yang salah dan tidak paham apa yang terjadi. Hinca Panjaitan ditugasi memimpin roda organisasi secara administratif selama Ketum berada di Singapura mendampingi Ibu Ani,” ujar Ferdinand Hutahaean kepada awak media, Minggu, 16 Juni 2019.

Menurut Subur Sembiring SBY telah melanggar AD/ART partai karena memberikan amanat pelaksanaan harian kepada Hinca Panjaitan. Hinca Panjaitan juga dianggap tidak menjalankan tugas dengan baik. Ferdinand Hutahaean lantas menerangkan kapasitas Hinca Panjaitan sebagai pelaksana harian.

“Semua keputusan tetap berada di tangan Ketua Umum Pak SBY, meskipun sekjen ditugasi memimpin administratif setiap hari. Maka itu Hinca sering bolak-balik ke Singapura dalam rangka menjalankan organisasi secara utuh,” kata Ferdinand Hutahaean.

Baca juga:   Max Sopacua Minta Jokowi Pertimbangkan Eks Kader Demokrat Ini Jadi Menteri

“Jadi Hinca bukan jadi Plt Ketua Umum, tapi sehari-hari menggerakkan organisasi menjalankan mesin. Tidak ada perubahan struktur atau menetapkan sekjen sebagai plt,” imbuhnya.

Ferdinand Hutahaean menyebut Subur Sembiring tidak pernah aktif di Partai Demokrat. Dirinya lalu menyinggung usulan Kongres Luar Biasa (KLB) yang disuarakan Subur Sembiring. Usulan itu, kata Ferdinand Hutahaean, yang justru menyalahi aturan partai.

“Jadi yang disampaikan Subur itu sesuatu yang salah dari ketidakpahamannya, karena memang Subur Sembiring tidak pernah aktif dalam partai ini. Semua yang dilaksakan organisasi sekarang ini tidak ada yang keluar dari AD/ART, semua sesuai aturan. Yang menyimpang itu yang mengusulkan KLB,” tandas Ferdinand Hutahaean.

Sebelumnya, Subur Sembiring ‘menyerang’ Hinca Panjaitan, yang saat ini diamanatkan melaksanakan tugas harian DPP Partai Demokrat. Subur Sembiring menilai amanat yang diberikan SBY itu menyalahi AD/ART partai.

Baca juga:   Demokrat Duga Jokowi Jarang Ajak Moeldoko Ngopi, PKB: Tahu dari Mana?

“Yang perlu saya sampaikan kepada seluruh kader PD, secara konstitusional partai, jika seorang ketum berhalangan, seharusnya memberikan mandat kepada salah satu Waketum DPP PD. Ketika mandat diberikan kepada seorang sekjen, maka sesungguhnya hal ini telah menyimpang dari konstitusional partai,” ujar Subur Sembiring, hari ini.

Subur Sembiring mendesak Partai Demokrat agar menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Menurutnya, hal ini perlu dilakukan dalam rangka menyelamatkan partai yang saat ini dinilai tengah mengalami guncangan.

“KLB itu adalah suatu jalan keluar untuk menyatukan soliditas internal PD di tengah gonjang-ganjing yang beredar. Dan kita harus paham PD tidak akan besar tanpa kebersamaan. Jangan mau diporakporandakan, jangan mau diadu domba. Kita patuh kepada konstitusional partai, sehingga PD ke depan di KLB akan menjadi partai yang dihargai karena semua menjalani konstitusional PD,” kata Subur Sembiring. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar