Sandiaga-Uno
Sandiaga Uno. (foto: detik/Bil Wahid)

harianpijar.com, JAKARTA – Tim Hukum Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mengomentari berkas permohonan yang telah diperbaiki oleh tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Terkait hal itu, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menyerahkan permasalahan tersebut kepada tim hukumnya.

“Saya menyerahkan ke ahli hukum karena ini sudah masuk ke materi persidangan. Kita tidak boleh memberikan komentar yang menuju ke materi teknis persidangan,” kata Sandiaga Uno di Jalan Nusa Indah Raya, Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu, 15 Juni 2019.

Sandiaga Uno menuturkan, sidang gugatan pilpres ini merupakan cara Prabowo Subianto dan dirinya untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Terutama, terkait temuan-temuan kecurangan selama pergelaran Pilpres 2019.

“Tapi menurut kami bahwa yang menjadi ikhtiar dari saya dan Pak Prabowo adalah mengaspirasikan apa yang disampaikan masyarakat. Khususnya mengenai temuan-temuan yang ada pada sebelum, pas pencoblosan 17 April dan setelah. Hal-hal yang insyaallah bisa menjadi perbaikan ke depan,” ungkapnya.

Baca juga:   Tim Hukum Jokowi Nilai Kubu Prabowo Giring Opini Seolah Saksi Diteror

Sandiaga Uno menegaskan sidang sengketa Pilpres 2019 di MK ini bukan soal kalah-menang.

“Dan ini bukan masalah Prabowo-Sandi bukan masalah kalah-menang tapi ini adalah perbaikan dan bagaimana kita memperkuat institusi demokrasi kita,” ujar Sandiaga Uno.

Sebelumnya, tim hukum Jokowi-Ma’ruf Amin akan menolak memberikan jawaban jika hakim memutuskan menerima berkas permohonan yang telah diperbaiki tim hukum Prabowo-Sandi. Pasalnya, menurut mereka perbaikan itu menyalahi aturan.

“Tentu kami akan menolak itu. Oleh karena berdasarkan peraturan-peraturan yang dibuat MK sendiri. Itu terhadap permohonan sengketa pilpres itu tidak boleh ada perubahan. Kecuali perubahan-perubahan typo atau yang tidak substansial,” kata Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra di gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juni 2019.

Baca juga:   Kritik Manuver AHY, Demokrat: Jangan Atur-Atur Partai Kami

Yusril Ihza Mahendra mengatakan perbaikan permohonan itu sangat berbeda dengan permohonan awal yang diajukan kubu Prabowo-Sandi. Dirinya menyebut perbaikan itu sama saja dengan membuat permohonan baru.

“Ini saja jumlah halaman yang pertama cuma 33 halaman, yang sekarang ini 130 lebih. Berarti naik 4 kali lipat. Kemudian petitumnya itu yang awal cuma 5, sekarang jadi 15. Ini menurut kami bukan perbaikan, tapi sudah permohonan baru sama sekali,” terangnya.

Selain itu, menurut Yusril Ihza Mahendra, kecurangan terstruktur, sistematis dan masif yang dipaparkan tim hukum Prabowo-Sandi dalam gugatannya sebagai asumsi. Tuduhan itu, kata dia, harus dibuktikan.

“Jadi kalau terjadi pelanggaran, pelanggaran itu harus ditunjukkan di mana terjadinya, kapan terjadinya siapa pelaku ya, mana buktinya,” pungkasnya. (nuch/det)

Loading...

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of