Ali-Lubis
Ali Lubis. (foto: twitter/AliLubisACTA)

harianpijar.com, JAKARTA – Guru Besar Hukum University of Melbourne, Australia, Tim Lindsey protes kepada tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran mengutip artikelnya dalam berkas gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Menanggapi hal itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai protes tersebut aneh.

“Menurut saya, apa yang diprotes oleh Tom Power dan Tim Lindsey itu agak aneh ya, sebab di dalam menulis suatu artikel itu kan tentunya tidak asal menulis saja, artinya sudah terlebih dahulu melakukan riset/penelitian atau investigasi sebelum membuat tulisan,” ujar anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Ali Lubis kepada awak media, Sabtu, 15 Juni 2019.

Terkait izin mengutip, Ali Lubis mengatakan hal itu tidak diperlukan. Menurutnya, selama ini orang kerap mengutip pendapat dari berbagai ahli tanpa harus meminta izin terlebih dahulu. Sebelumnya, Tim Lindsey juga memprotes tim hukum Prabowo-Sandi yang tidak meminta izin mengutip artikelnya.

Baca juga:   Apresiasi Ucapan Selamat Zulkifli Hasan, Ma'ruf: Mestinya Pemimpin Begitu

“Lalu terkait dengan mengutip pendapat seseorang atau ahli menurut saya tidak perlu izin dari orang yang bersangkutan ya artinya sah-sah saja apabila di kutip sebagaimana umumnya orang mengutip pendapat dari berbagai ahli, Karena selama pendapat itu berasal dari penelitian dan teorinya juga jelas ya no problem,” kata Ali Lubis.

Sebelumnya, Tim Lindsey menyampaikan keberatan terkait artikelnya yang dikutip oleh tim hukum Prabowo-Sandi. Tim Lindsey menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) otoriter dalam artikelnya.

Tak hanya itu, Tim Lindsey menyebut tim hukum Prabowo-Sandi menggunakan artikelnya di luar konteks, sehingga tidak bisa menjadi referensi bagi argumen mereka dalam sidang sengketa Pilpres 2019. Dirinya menambahkan, tim hukum Prabowo-Sandi juga tidak meminta izin untuk mengutip artikelnya.

Baca juga:   BPN Akui Sulit Buktikan Tuduhan Kecurangan TSM di Pilpres 2019

“Artikel yang saya tulis membahas soal kesulitan politik yang dihadapi Jokowi pada tahun 2017. Saya tidak pernah mengatakan Jokowi otoriter seperti klaim tim hukum Prabowo. Saya juga tidak pernah sebutkan ada kecurangan dalam pemilu,” ujar Tim Lindsey, hari ini.

Selain Tim Lindsey, protes juga sempat dilayangkan pengamat asing Tom Power. Dalam protesnya, Tom Power menyebut tim hukum Prabowo-Sandi menggunakan artikel pendapatnya dalam konteks yang tidak lengkap. Dirinya juga menepis pendapatnya menyebut ada kecurangan dalam Pilpres 2019.

“Sangat sulit sekali menyimpulkan bahwa tindakan pemerintahan Jokowi yang saya sebutkan bisa diterjemahkan sebagai bukti kecurangan pemilu yang masif dan terstruktur,” tandas Tom Power seperti dikutip dari detik, Kamis, 13 Juni 2019. (nuch/det)

Loading...

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of