Taufik-Basari
Taufik Basari. (foto: dok jejamo)

harianpijar.com, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menanggapi soal protes yang dilayangkan Guru Besar Hukum University of Melbourne, Australia, Tim Lindsey kepada tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran mengutip artikelnya dalam berkas gugatan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut TKN, kutipan itu memang tak relevan dengan pemilu saat ini.

“Memang di dalam perbaikan permohonan pemohon, yang disampaikan di persidangan itu, banyak mengutip pendapat para ahli, termasuk Lindsey misalnya dari Australia, dan beberapa ahli lain temasuk dari Indonesia, yang sebenarnya hanya ingin memperkuat, bahwa MK ini harus memeriksa permohonan yang mereka sampaikan sesuai dengan keinginan mereka, tetapi ternyata banyak pendapat-pendapat yang sebenarnya, maksudnya tidak demikian,” ujar Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Taufik Basari di Jalan KH Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 15 Juni 2019.

Baca juga:   Haikal Hassan Usul Para Tokoh dan Ulama Sowan, Ma'ruf: Boleh Saja

Taufik Basari pun menyayangkan sikap tim hukum Prabowo-Sandi yang mengkutip tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu. Padahal, pendapat-pendapat ahli yang dikutip tak terkait dengan Pilpres 2019.

“Para ahli ini sama sekali tidak pernah dikonfirm terkait dengan pengutipan dari pendapat tersebut. Dan selain itu juga banyak pendapat-pendapat yang dikutip sebenarnya terkait masalah lain. Baik itu masalah, mungkin bukan pilpres ataupun terkait pilpres itu pilpres lampau yang sudah banyak perubahan sistem, perubahan prosedur, perubahan hukum yang ternyata memang tidak relevan lagi karena udah ada perkembangannya,” kata Taufik Basari.

Baca juga:   Tanggapi Andi Arief, Wasekjen PAN: Saling Menyalahkan Bukan Sikap Bijaksana

Sebelumnya, Tim Lindsey menyampaikan keberatan terkait artikelnya yang dikutip oleh tim hukum Prabowo-Sandi. Tim Lindsey menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) otoriter dalam artikelnya.

Tak hanya itu, Tim Lindsey menyebut tim hukum Prabowo-Sandi menggunakan artikelnya di luar konteks, sehingga tidak bisa menjadi referensi bagi argumen mereka dalam sidang sengketa Pilpres 2019. Dirinya menambahkan, tim hukum Prabowo-Sandi juga tidak meminta izin untuk mengutip artikelnya.

“Artikel yang saya tulis membahas soal kesulitan politik yang dihadapi Jokowi pada tahun 2017. Saya tidak pernah mengatakan Jokowi otoriter seperti klaim tim hukum Prabowo. Saya juga tidak pernah sebutkan ada kecurangan dalam pemilu,” ujar Tim Lindsey, hari ini. (nuch/det)

Loading...

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of