Sandiaga-Uno
Sandiaga Uno. (foto: instagram/sandiuno)

harianpijar.com, JAKARTA – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno berbicara soal klaim kemenangan yang berubah-ubah. Dirinya menegaskan data yang disampaikan ke Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki basis dan landasan.

“Semua data yang dikumpulkan oleh tim data, tim IT yang kemarin terkanalisasi di tim hukum, jadi silakan di-crosscheck, klarifikasi dengan tim hukum,” ujar Sandiaga Uno di Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Juni 2019.

Klaim keunggulan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang disampaikan ke MK mengalami perubahan dari awalnya 62 persen menjadi 52 persen. Terakhir, pihak Prabowo-Sandi mengklaim unggul dari Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dengan perolehan 71 juta suara. Menurut Sandiaga Uno, data perubahan itu memiliki basis.

“Kami tentu semua sampaikan itu ada basisnya,” sebutnya.

Selain itu, Sandiaga Uno juga menjelaskan soal penggelembungan data paslon 01 sebesar 20 juta suara yang disampaikan di sidang MK. Dirinya menyebut data itu bisa di-crosscheck dan sudah berdasarkan bukti-bukti.

“Itu juga bagian daripada materi persidangan, silakan dilakukan klarifikasi ke tim hukum karena menurut saya itu bagian persidangan, ya tentunya harus dilandasi dengan bukti-bukti,” kata Sandiaga Uno.

Sebelumnya, Prabowo-Sandi kembali mengeluarkan klaim kemenangan baru. Ketua tim hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto mengatakan pihaknya memenangi Pilpres 2019 dengan meraih 71.247.792 suara. Angka ini berbeda dengan angka yang tertuang dalam gugatan di MK, di mana mereka mengklaim menang sebanyak 68.650.239 suara.

Menurut Bambang Widjojanto, berdasarkan hitungan tim IT internal, ada penggerusan suara 02 sebesar lebih dari 2.500.000 dan penggelembungan suara 01 sekitar di atas 20.000.000.

“Sehingga perolehan sebenarnya untuk suara pasangan 01 sekitar 62.886.362 (48 persen) dan suara untuk pasangan 02 sekitar 71.247.792 (52 persen),” ujar Bambang Widjojanto melalui keterangan tertulis, hari ini.

Angka persentase yang ditulis di kutipan di atas sesuai dengan rilis pers yang disampaikan tim Prabowo-Sandi. Namun, jika dihitung, angka persentase yang ditampilkan tak akurat. Dengan klaim angka terbaru tersebut, persentase suara Jokowi-Ma’ruf Amin menjadi 47 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 53 persen.

Di sisi lain, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyindir inkonsistensi Prabowo-Sandi karena klaim kemenangan yang terus berubah. TKN menyebut tim Prabowo-Sandi seperti linglung.

“Semakin hari memang tim Prabowo ini makin seperti tim yang linglung. Saking kebingungannya, tidak punya data dan fakta yang konkret, mereka lalu mengarang yang membodohi publik karena berubah-ubah,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding. (nuch/det)

loading...