MK-Prabowo-Sandi
Penyerahan berkas gugatan dari tim hukum Prabowo-Sandi ke MK. (foto: detik/Rengga Sancaya)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif, Veri Junaidi menilai gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi (MK) akan sulit dikabulkan.

Pasalnya, kata dia, bukti yang dihadirkan belum memiliki kekuatan yang cukup untuk membuktikan dugaan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Veri Junaidi mengatakan, seharusnya tim hukum Prabowo-Sandi melengkapi bukti awal dari link berita dengan alat bukti baru yang mempunyai kekuatan lebih dan dapat dipertimbangkan oleh hakim.

“Mengapa kemudian dari bukti-bukti ini agak sulit, karena menurut saya dari permohonan saya dan bukti kuat yang ada itu baru sebatas pada petunjuk awal. Dari petunjuk awal ini mestinya, di-follow up dengan beberapa bukti primer dan argumentasi data yang baru,” ujar Veri Junaidi saat diskusi di Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019.

Baca juga:   Demokrat ke Gerindra: Daripada Sindir Langkah Politik AHY, Lebih Baik Introspeksi

Menurut Veri Junaidi, kecurangan TSM yang selama ini dihembuskan kubu Prabowo-Sandi harus dibuktikan hingga detail. Jika ada instruksi dari pemerintah untuk menggerakkan ASN dalam memenangkan Jokowi, harus ada bukti atau dokumen tertulis.

Jika memang ada instruksi, apakah dijalankan oleh pihak yang diinstruksikan. Kemudian, apabila dijalankan apakah sifatnya menyeluruh atau masif.

“Yang terpenting apakah pergerakannya memengaruhi hasil atau tidak. Itu memang mestinya menjadi tugas dari tim hukum untuk membuktikan sampai tahap itu. Itu yang memang cukup rumit, proses pembuktian hingga sedetil itu,” tuturnya.

Baca juga:   Pengamat: Apa Gunanya Kampanye Putaran Kedua

Namun, Veri Junaidi mengatakan saat proses sidang di MK berjalan, pihak Prabowo-Sandi bisa saja menghadirkan saksi ahli yang memiliki argumen yang kuat. Hal itu akan menjadi pertimbangan di samping link berita yang disodorkan.

“Menurut saya, nanti kan proses pembuktian di MK dia akan dihadirkan saksi ahli, mungkin akan bukti lain. Tapi, sementara ini dari permohonan yang ada, kalau hanya menggunakan link berita media tentu tidak cukup kuat meyakinkan adanya pelanggaran TSM,” kata Veri Junaidi. (elz/med)

Loading...

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of