Ahmad-Basarah
Ahmad Basarah. (foto: detik/Nur Indah Fatmawati)

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah tidak yakin soal isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan posisi menteri ke Partai Gerindra.

“Saya belum yakin betul bahwa ada tawaran menteri dari Jokowi kepada Gerindra. Karena saat ini TKN (Tim Kampanye Nasional) sedang fokus menyiapkan persidangan gugatan PHPU (perselisihan hasil pemilihan umum) ke MK (Mahkamah Konstitusi),” kata Ahmad Basarah kepada awak media, Kamis, 13 Juni 2019.

Ahmad Basarah tak menampik bahwa penentuan susunan kabinet adalah hak prerogatif presiden. Namun, tetap harus dibicarakan bersama rekan koalisi. Hingga saat ini belum ada pembicaraan soal itu.

Selain itu, kata dia, info soal Jokowi menawarkan jatah menteri ke Partai Gerindra itu bukan disampaikan langsung Jokowi, melainkan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Karena itu, menurut Ahmad Basarah, informasi tersebut belum valid atau belum benar adanya.

Terkait jatah menteri bagi parpol pendukung di koalisi, Ahmad Basarah merasa yakin Jokowi akan memprioritaskan PDIP sebagai partai pengusung utama Jokowi-Ma’ruf Amin. Terlebih, di Pemilu 2019 PDIP menjadi partai yang memperoleh suara terbanyak.

“Apalagi berdasarkan hasil survei membuktilan loyalitas kader-kader PDI Perjuangan memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin. Sudah sepatutnya PDI Perjuangan mendapatkan apresiasi tertinggi dari Jokowi,” ungkapnya.

Meski demikian, Ahmad Basarah belum dapat menjelaskan lebih rinci saat ditanya soal berapa jumlah dan siapa saja calon menteri yang disiapkan PDIP. Pasalnya, kewenangan soal siapa dan berapa jumlah jatah menteri ada di pimpinan tertinggi partai.

“Jadi nama-nama calon kabinet menjadi wewenang dan keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan,” ujar Ahmad Basarah.

Sebelumnya, Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyebut Jokowi telah menawarkan Partai Gerindra untuk bergabung ke pemerintah. Bahkan, menurutnya, Jokowi juga menawarkan posisi menteri ke Partai Gerindra.

Namun, pernyataan Andre Rosiade itu diragukan oleh banyak pimpinan di TKN Jokowi-Ma’ruf Amin. (elz/rep)

loading...