Dahnil-Anzar-Simanjuntak
Dahnil Anzar Simanjuntak. (foto: instagram/dahnil_anzar_simanjuntak)

harianpijar.com, JAKARTA – Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi KPU yang mempertanyakan soal penggelembungan suara yang disebut tidak pernah diajukan pihaknya saat proses rekapitulasi.

Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, pihaknya sudah menyampaikan penggelembungan suara itu saat rekapitulasi, bahkan sebelum pemilihan dilakukan.

“Lo, saat rekapitulasi kita juga sampaikan hal yang sama ya terkait penggelembungan suara, bahkan sebelum rekap kita juga sampaikan itu terus menerus. Melalui Situng, melalui…. bahkan sebelum pemilihan lo, DPT kita sudah sampaikan itu, jadi seperti awal dari upaya melakukan penggelembungan suara,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak kepada awak media di kediaman Sandiaga Uno, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Juni 2019.

Baca juga:   TKN: Kami Akan Klarifikasi Bambang Widjojanto Layak Jadi Advokat atau Tidak?

Sebelumnya KPU sempat mempertanyakan terkait dugaan penggelembungan suara yang menurut mereka tidak pernah disampaikan saat rekapitulasi. Dahnil Anzar Simanjuntak membantah pernyataan itu. Dirinya menyebut pihak BPN sejak awal sudah menyampaikan potensi itu.

“Ya nggak, sejak awal kita sudah ingatkan ada potensi penggelembungan suara, termasuk melalui DPT karena saat itu kita concern terhadap DPT,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sebagaimana diketahui, KPU mengaku heran atas gugatan tim hukum Prabowo-Sandi yang menuding KPU telah menggelembungkan 22 jutaan suara untuk Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurut KPU, pernyataan itu aneh dan patut dipertanyakan.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan proses rekapitulasi berjenjang dari kecamatan hingga nasional yang dihadiri setiap saksi dari paslon capres-cawapres dan partai politik itu berjalan dengan baik. Menurutnya, tidak pernah ada yang keberatan atas perolehan suara dari salah satu saksi paslon capres.

Baca juga:   Ma'ruf Sebut Jokowi Berharap Prabowo Datang di Pelantikan

“Kami tidak pernah menerima keberatan soal perolehan suara dari salah satu saksi paslon. Rata-rata keberatan muncul dari saksi parpol. Kalaupun ada, keberatan dari saksi paslon, tidak pernah menyoal perolehan suara, yang ada hanya menyoal jumlah pemilih, jumlah pengguna hak pilih, jumlah surat suara, jumlah suara tidak sah. Hampir tidak pernah menyoal perolehan suara,” pungkas Pramono Ubaid Tanthowi saat dimintai konfirmasi, hari ini. (nuch/det)

Loading...

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of