Soal Sengketa Pilpres, MK: Kalau Bisa Lebih Cepat Kenapa Harus Lama

Guntur-Hamzah
Guntur Hamzah. (foto: dok. detik)

harianpijar.com, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) mengatakan tidak menutup kemungkinan sengketa pilpres akan diputus lebih cepat dari jadwal. Sebagaimana diketahui, MK menjadwalkan vonis sengketa pilpres akan dibacakan pada 28 Juni.

“Ya kalau bisa lebih cepat selesai kenapa harus lama. Ya kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya. Tapi secara jadwal, tanggal 11 Juni besok gugatan pilpres diregistrasi, tanggal 14 Juni itu sidang pendahuluan, kemudian nanti selesai 28 Juni. 1 Juli registrasi untuk Pileg,” ujar Sekjen MK Guntur Hamzah di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Senin, 10 Juni 2019.

Baca juga:   Prabowo Imbau Tak Aksi di MK, Novel Bamukmin: Gerakan Kami Bela Agama

Untuk sengketa pileg akan diadili mulai Juli 2019. Hal itu mundur dari jadwal lantaran MK fokus mengadili sengketa pilpres.

“Ya, ditunda sampai tanggal 1 Juli, kalau sesuai jadwal. Kita lihat kondisi di lapangan seperti apa,” ungkap Guntur Hamzah.

Guntur Hamzah mengatakan, setelah gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diregistrasi, maka salinannya akan dikirim ke KPU dan pihak terkaik. Termasuk juga ke pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Baca juga:   Demokrat: Setelah Putusan MK, Belum Ada Komunikasi Jokowi dan AHY

Sedangkan terkait pengamanan hakim konstitusi, MK memberikan pengawalan khusus bekerjasama dengan Polri/TNI. Hal itu diberlakukan sejak 20 Mei 2019.

“Tentu saja. Kami mulai dari pengamanan Yang Mulia Bapak Ibu Hakim, pengawalan dari rumah ke kantor, di kediaman, bahkan di daerah kami sudah tempatkan patroli-patroli untuk mengamankan para Yang Mulia Bapak/Ibu Hakim,” kata Guntur Hamzah. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar