Saleh-Partaonan-Daulay
Saleh Partaonan Daulay. (foto: screenshot YouTube)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) menanggapi pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut partainya hingga sang ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadikan kambing hitam atas kekalahan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Terkait hal itu, PAN mengatakan tidak ada pihak yang menyalahkan Partai Demokrat, SBY, maupun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Saya kira tidak ada pihak yang menyalahkan pihak lain. Dalam situasi seperti ini, saling menyalahkan tentu bukan sikap yang bijaksana. Justru yang perlu dilakukan adalah introspeksi untuk melihat berbagai aspek positif dan negatif dalam penyelenggaraan pilpres dan pileg yang lalu,” ujar Wakil Sekjen PAN Saleh Partaonan Daulay kepada awak media, Jumat, 7 Juni 2019.

Menurut Saleh Partaonan Daulay, di masa sekarang, justru pasangan nomor urut 02 lah yang kerap dikambinghitamkan. Bahkan, kata dia, hal itu semakin masif dilakukan pasca-Pilpres 2019.

Baca juga:   Tim Hukum 02 Klaim Akan Bawa 12 Truk Bukti ke MK, Raja Juli Antoni: Saya Tak Percaya

“Saya malah merasa bahwa ada pihak yang bicara tidak proporsional justru setelah hasil pilpres diketahui. Pihak-pihak itu bahkan menyalahkan Prabowo-Sandi. Ketika proses pencapresan malah tidak seperti sekarang ini,” kata Saleh Partaonan Daulay.

“Pembicaraan seperti itu harus dipahami sebagai sesuatu yang lumrah saja. Tentu ada maksud dan tujuannya. Waktu nanti akan menunjukkan kepada kita apa yang akan terjadi,” tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan politikus Partai Berkarya Vasco Ruseimy. Vasco Ruseimy pun meminta Andi Arief tidak mencari sensasi. Dirinya juga meminta Andi Arief tidak menggiring opini publik seolah ada keretakan di koalisi Prabowo-Sandi.

“Bang Andi Arief ini memang lucu, kok seperti lagi halu, ya? Padahal ikut rapat di BPN saja nggak pernah. Kami sama sekali nggak pernah kok nyalahin Demokrat. Kader-kader Demokrat banyak kok yang aktif dan berperan penting di BPN. Jangan menjadi benalu, jangan selalu jadi personal yang selalu bicara ke publik membuat seakan-akan ada perpecahan di koalisi 02,” ujar Vasco Ruseimy.

Baca juga:   SBY Akui Lakukan Komunikasi Dengan Ma'ruf Amin

Sebelumnya, Andi Arief mengatakan Partai Demokrat dijadikan kambing hitam dalam kekalahan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Dirinya lalu mengungkit kembali peristiwa pemilihan cawapres hingga gelaran deklarasi yang tak melibatkan Partai Demokrat maupun SBY.

“Pasangan 02 deklarasi capres-cawapres tanpa melibatkan Partai Demokrat, SBY, dan AHY. Artinya, merasa kuat dan punya perhitungan sendiri untuk menang. Dalam kenyataannya kalah, terpuruk, malah menyalahkan Partai Demokrat, SBY, dan AHY. Ngambek pada kekuatan yang tidak dilibatkan,” tulis Andi Arief dalam akun Twitter-nya, Jumat, 7 Juni 2019. (nuch/det)

Loading...

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of