Kerusuhan 22 Mei Telan Korban, Mien Uno Sebut Tanggung Jawab Pemerintah

Mien-Uno
Mien Uno. (foto: detik/Dwi Andyani)

harianpijar.com, JAKARTA – Ibunda cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, Mien Uno menganggap banyaknya korban akibat kerusuhan pada 22 Mei lalu merupakan tanggung jawab pemerintah.

“Ibu-ibu sekalian apapun yang terjadi adalah tanggung jawab pemerintah, adalah tanggung jawab para penegak hukum. Betul nggak? Kami tidak punya apa-apa lagi, hanya punya Allah,” kata Mien Uno dalam sambutannya dalam acara doa bersama Presidium Emak-emak Republik Indonesia (PERI) untuk para korban kerusuhan 22 Mei di pelataran Mesjid At-Tin, Jakarta Timur, Kamis, 30 Mei 2019.

Menurut Mien Uno, saat ini nilai kemanusiaan telah diabaikan. Hal ini, kata dia, terjadi lantaran adanya tindakan represif.

Baca juga:   Wasekjen PKS Sebut Aksi Bela Rohingya sebagai Bukti Keindonesiaan Kita

“Saya berbicara sesuai dengan apa yang saya rasakan, saya sangat berduka dengan nilai kemanusiaan yang diabaikan, korban oleh peluru tajam jatuh pada aksi lalu,” ujar Mien Uno.

“Seakan akan anak-anak ini tak berharga, padahal mereka adalah aset bangsa. Dimanakah nilai-nilai kemanusiaan itu, yang dipertontonkan nyata melalui tindakan-tindakan brutal para penegak hukum. Allahu akbar,” imbuhnya.

Mien Uno mengatakan masyarakat hanya ingin menegakkan kebenaran dan keadilan. Dirinya menuturkan saat ini banyak masyarakat yang diperlakukan tidak adil dan dipersekusi.

“Kita hanya ingin menegakkan kebenaran dan keadilan, betul nggak ibu-ibu? Betul nggak emak-emak? Kalau ada yang ingin melaporkan saya karena cara berkata sesuai dengan apa yang dirasakan emak-emak, betul nggak? Perasaan kita semuanya ini kita diberondong ditanyai dan dipersekusi, apakah kami setara diperlakukan demikian, setara nggak?,” ungkapnya.

Baca juga:   Pemerhati Politik: Candaan Presiden Soal Sandiaga Uno Capres 2024 Bisa Saja Terwujud

Selain itu, Mien Uno juga menilai bahwa saat ini nilai kemanusiaan harus dijunjung tinggi. Hal ini dilakukan dengan cara tidak melakukan kekerasan kepada anak dan perempuan.

“Ibu pertiwi sangat berduka, nilai-nilai kemanusiaan yang ditanamkan dalam konvensi Jenewa untuk tidak melakukan hal-hal yang keras kepada anak-anak, kepada perempuan. Orang tua, para tokoh agama, orang-orang sipil, paramedis, apapun nilai-nilai kemanusiaan harus dikedepankan,” pungkas Mien Uno. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar