AHY Di-bully Usai Bertemu Jokowi, SBY: Kita Tahu dari Mana Serangan Itu Berasal

Susilo-Bambang-Yudhoyono-SBY
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (foto: google images/screenshot YouTube)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di-bully seusai pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dirinya mengaku mengetahui pihak mana yang melakukan serangan terhadap AHY tersebut.

“Setelah pertemuan itu, saya tahu AHY ‘di-bully’ dengan kata-kata yang sadis dan kejam. Mungkin itu cara Tuhan Yang Mahakuasa, Allah SWT, menguji dan menggembleng seseorang yang baru masuk dunia politik dari materi serangan yang dialamatkan kepada kita, Partai Demokrat. Sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal,” ujar SBY melalui rekaman video yang ditunjukkan dalam acara buka bersama elite Partai Demokrat di kediamannya, Mega Kuningan, Jaksel, Senin, 27 Mei 2019.

Meski begitu, SBY tak mempersoalkan jika ada sejumlah pihak yang mempunyai prinsip tidak akan berkomunikasi dan terus menyulut api permusuhan terkait Pemilu 2019.

Namun, kata dia, prinsip itu jangan dipaksakan kepada Partai Demokrat karena partainya meyakini politik tak harus memecah persaudaraan.

Baca juga:   Amir Syamsuddin: Kehadiran AHY di Kediaman Megawati Tampilkan Harapan Baru

“Di situlah perbedaan antara kita dengan pihak tertentu itu. Memang ada yang bersikap bahwa adalah tabu dan dilarang keras pihak ’02’ berkomunikasi dengan pihak ’01’ atau sebaliknya. Barangkali bahkan ada yang bersumpah tak akan berkomunikasi dan berkawan selamanya, barangkali pula dendam, kebencian, dan permusuhan yang membara dalam Pemilu 2019 ini harus dipertahankan selamanya, silakan kalau ada yang punya prinsip dan sikap seperti itu,” kata SBY.

“Tetapi jangan atur dan paksa Partai Demokrat harus mengikutinya. Kami berprinsip, dalam kompetisi memang ikhtiar dan perjuangan untuk menang harus kita lakukan sekuat tenaga. Namun, setelah selesai, ya selesai, tak berarti kita harus putus hubungan selamanya,” tambahnya.

Selanjutnya, SBY lalu menjelaskan awal mula pertemuan AHY dan Jokowi di Istana. Menurutnya, AHY dihubungi oleh Mensesneg Pratikno tentang keinginan Jokowi untuk bertemu.

“Sebagai warga negara yang menghormati pemimpinnya, tentu tidak ada alasan bagi AHY untuk tidak memenuhi permintaan beliau, apalagi disampaikan bahwa materi yang dibahas adalah berkaitan dengan permasalahan bangsa dan negara,” terangnya.

Baca juga:   Dampingi SBY di Surabaya, Agus Harimurti Yudhoyono Sapa Komunitas Anak Muda Jawa Timur

SBY menegaskan pertemuan AHY dan Jokowi tak membahas Pemilu 2019. AHY datang ke Istana tidak dalam kapasitas sebagai perwakilan Partai Demokrat dan kubu paslon 02.

“Sama sekali tak terkait dengan silang pendapat penghitungan suara oleh KPU dan, satu lagi, dalam pertemuan itu AHY tidak mewakili langsung Partai Demokrat dan tak merepresentasikan kubu capres Prabowo Subianto,” ungkap SBY.

SBY juga mengaku diberi tahu oleh AHY dua hari sebelum pertemuan. SBY mengamini niat AHY memenuhi permintaan Jokowi untuk bertemu. Selain itu, menurutnya, pertemuan tersebut tak membahas jabatan di pemerintahan.

“Setelah pertemuan berlangsung, AHY menyampaikan kepada saya bahwa substansi yang dibicarakan baik, tak ada kaitannya dengan jabatan dan kursi di pemerintahan apa pun. Dalam pertemuan itu juga disampaikan harapan Presiden Jokowi untuk memelihara komunikasi dengan saya,” pungkas SBY. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar