Sandiaga-Uno
Sandiaga Uno. (foto: instagram/sandiuno)

harianpijar.com, JAKARTA – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan harus dipisahkan antara massa aksi 21-22 yang damai dan yang rusuh. Dirinya menekankan para perusuh dalam aksi 21-22 Mei harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Yang membuat rusuh itu tentunya harus dipisahkan dari pengunjuk rasa damai. Yang membuat rusuh itu harus ditindak sesuai dengan hukum,” ujar Sandiaga Uno saat ditemui di kediamannya, Jalan Pulombangkeng No 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 27 Mei 2019.

Baca juga:   Prabowo Subianto Imbau Massa Aksi untuk Pulang

Selain itu, Sandiaga Uno juga meminta pihak aparat menginvestigasi kasus sejumlah anak-anak yang diduga tewas saat aksi tersebut. Dirinya meminta kasus itu dibuka seterang-terangnya ke publik.

“Dan korban-korban yang berjatuhan, yang anak-anak di bawah umur itu harus diinvestigasi, harus dipastikan. Kita investigasi dan ungkap kepada publik, what’s really happened? Apa yang terjadi sih sampai begitu nyawa mereka harus dicabut,” kata Sandiaga Uno.

Baca juga:   Pengamat: Presiden Kagum dengan Sandiaga Karena Tidak Pernah Minta Jabatan

Sebagaimana diketahui, menurut data Pemprov DKI Jakarta, ada delapan orang korban tewas dalam aksi 21-22 Mei. Dari delapan orang itu, setidaknya ada tiga korban yang masih belia.

Tiga orang tersebut adalah M Reyhan Fajari (16), Adam Nooryan (19), dan Rizky Ramadan (17). Namun, ada satu korban lagi, yakni Harun Rasyid, yang disebut tewas dalam aksi 22 Mei. (nuch/det)

BERITA PILIHAN

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar