Bantah Link Berita, BPN: Bukti yang Dimiliki Akan Mendiskualifikasi Hasil Pemilu yang Diumumkan KPU

Andre-Rosiade
Andre Rosiade. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade membantah bukti yang di bawa pihaknya sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK) hanya sebatas link berita. Bahkan, menurutnya bukti yang dimiliki oleh BPN bakal dapat mendiskualifikasi hasil pemilu yang telah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kalau kami gak yakin dan optimis dengan bukti yang dimiliki, tentu kami enggak ke MK,” kata Andre Rosiade saat dikonfirmasi wartawan, Senin, 27 Mei 2019.

Menurut Andre Rosiade, wartawan dan pendukung 01 terus mencari-cari mana bukti kuat yang dimiliki oleh BPN. Namun, BPN tidak akan membeberkan bukti tersebut sekarang karena khawatir akan menjadi senjata kubu lawan untuk mematahkan bantahan di sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada 14 Juni mendatang.

Baca juga:   Amien Rais-Din Syamsuddin Cs Kembali Ajukan Gugatan UU Corona ke Mahkamah Konstitusi

“Saya jawab, nanti dong di persidangan MK kita buktikan dan kita tunjukkan. Kalau sekarang ditunjukkan ya bocor, sekarang saja sudah ada indikasi bocor di wartawan,” ujar Andre Rosiade.

Lebih lanjut, Andre Rosiade menegaskan, dirinya berharap kepada Hakim MK untuk berani mengambil putusan yang mendiskualifikasi hasil pemilu atau pihak yang melakukan kecurangan ketika nanti bukti-bukti sangat jelas dan terang benderang memperlihatkan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Bahkan, MK pernah mengambil putusan serupa dalam sengketa pemilihan kepala daerah.

Selain itu, dirinya juga mencontohkan MK pada Pilkada Jawa Timur 2008 memerintahkan pemungutan suara ulang (PSU) dan mendiskualififikasi pada Pilkada Kotawaringin pada 2010. Karena itu, pengajuan gugatan ke MK bukan membuat lembaga penyaga konstitusi itu sebagai mahkamah kalkulator, melainkan mahkamah yang memiliki terobosan.

Baca juga:   Amien Rais Cs Kembali Gugat UU Corona ke MK, Golkar: Sudah Bukan Saatnya Lagi!

“Jadi menurut saya MK tidak harus menjadi mahkamah kalkulator, sehingga tidak ada salahnya nanti keputusannya apakah pemungutan suara ulang pemilu 2019 atau langsung mendiskualifikasi paslon 01, kalau memang bukti kami dirasa cukup,” tegas Andre Rosiade.

Sementara, dikatakan Andre Rosiade, dirinya berharap bagi para pendukung 02 yang masih memiliki bukti kuat kecurangan pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif oleh paslon 01 bisa diserahkan ke BPN.

“Kita sudah memiliki bukti itu, tapi kalau ada bukti yang semakin memperkuat di persidangan kita akan semakin kuat,” tandas Andre Rosiade. (elz/rep)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar