BW Singgung Soal Rezim Korup, Sandiaga: Jumlah Kasus Korupsi Memprihatinkan

Sandiaga-Uno
Sandiaga Uno. (foto: instagram/sandiuno)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto sempat menyinggung soal rezim korup saat mendaftarkan gugatan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Terkait hal itu, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan saat ini kasus korupsi di Indonesia sangat memprihatinkan.

“Ya kalau kita lihat dari jumlah kasus korupsi yang terus diungkap dan memprihatinkan ya. Ini merupakan kalau kata Pak Kwik Kian Gie bilang sudah stadium 4 korupsi di Indonesia ini,” ujar Sandiaga Uno kepada awak media di Jl Cikupa 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 25 Mei 2019.

Menurut Sandiaga Uno, salah satu masalah korupsi berada di sektor pangan. Dirinya menyinggung kasus korupsi distribusi pupuk yang diduga untuk membeli suara pemilih. Kasus dugaan korupsi distribusi pupuk itu menjerat anggota DPR Bowo Sidik Pangarso.

Baca juga:   ICMI Minta Tokoh Politik Kurangi Kata-Kata Ngenyek dan Ujaran Kebencian

“Misalnya kemarin di pupuk diungkapkan bahwa distribusi pupuk dikorupsi juga. Hasil korupsinya digunakan untuk membeli suara dan ini sangat memprihatinkan,” sebutnya.

Sandiaga Uno menilai penyataan Bambang Widjojanto soal rezim korup itu merupakan bentuk kekhawatiran dari masyarakat. Karena itu, kata dia, perilaku korupsi harus diperangi dan itu merupakan tanggung jawab semua warga negara.

“Kita ingin korupsi di bumi Indonesia kita perangi sampai akar-akarnya. Karena ini bukan kerja satu dua orang tapi ini kerja monumental kolosal untuk menghilangkan praktik-praktik korupsi, baik bidang politik usaha, pangan, dan sebagainya,” kata Sandiaga Uno.

Baca juga:   Tanggapi Faldo yang Sebut Prabowo-Sandi Tak Akan Menang di MK, Ini Kata Tim Hukum 02

Sebelumnya, Bambang Widjojanto berharap MK tidak menjadi bagian dari rezim korup. Bambang Widjojanto bersama tim hukum Prabowo-Sandi menggugat hasil pilpres karena menilai ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

“Mudah-mudahan Mahkamah Konstitusi bisa menempatkan dirinya menjadi bagian penting di mana kejujuran dan keadilan harus menjadi watak dari kekuasaan, dan bukan justru menjadi bagian dari satu sikap rezim yang korup,” ujar Bambang Widjojanto di gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Mei 2019. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar