Politikus PDIP: Pernyataan Provokatif Amien Rais Sudah Merusak Bangunan Dasar Kebangsaan

Masinton-Pasaribu
Masinton Pasaribu. (foto: dok. Media Indonesia)

harianpijar.com, JAKARTA – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu mengecam pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang dinilainya provokatif, mendiskreditkan institusi Kepolisian RI sebagai PKI dan mengobarkan sentimen politik identitas agama.

Menurut Masinton Pasaribu, pernyataan provokatif Amien Rais sudah ke luar dari koridor kebebasan berpendapat yang dijamin dan dilindungi oleh konstitusi.

“Pernyataan provokatif Pak Amien Rais sudah merusak bangunan dasar kebangsaan dan kenegaraan kita,” kata Masinton Pasaribu dalam keterangan persnya, Kamis, 23 Mei 2019.

Lebih lanjut Masinton Pasaribu mengingatkan sesengit apa pun dinamika politik berdemokrasi, elite bangsa harus bisa menahan diri dari pernyataan provokatif, apalagi hingga mengobarkan politik identitas SARA (suku, agama, ras dan antar golongan).

Baca juga:   Beberkan 9 Alasan, Kurnia: ICW Minta Presiden Jokowi Untuk Mencopot Yasonna Sebagai Menkumham

“Urusan pemilu tidak ada kaitan dengan satu golongan politik agama. Semua kontestan pasangan calon didukung oleh koalisi partai politik yang berbasis agama Islam. Paslon 01 didukung oleh PPP dan PKB, Paslon 02 diusung oleh PKS dan PAN,” jelasnya.

Karena itu, Masinton Pasaribu mendesak Amien Rais segera mencabut pernyataan provokatifnya yang viral di berbagai media sosial dan media massa.

Sebagai bagian dari generasi aktivis mahasiswa ’98, Masinton Pasaribu mengatakan saat berdemonstrasi memperjuangkan reformasi tahun 1998 di jalanan selalu berhadapan dengan pasukan ABRI (sekarang TNI dan Polri-red) pernah merasakan represifitas petugas ABRI ketika menghalau gerakan protes demonstrasi mahasiswa di jalanan tahun 1998.

Masinton Pasaribu juga mengaku merasakan kerasnya pentungan, tembakan gas air mata, semprotan water canon, peluru hampa hingga peluru tajam. Banyak korban masyarakat dan mahasiswa yang luka dan tertembak, bahkan meninggal dunia dalam tragedi Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II.

Baca juga:   Megawati Heran Ada Sekelompok Orang Yang Tuding PDIP PKI

“Namun penyikapan kami atas penanganan unjuk rasa oleh ABRI yang represif saat itu tidak pernah mengumbar pernyataan untuk mendiskreditkan institusi ABRI sebagai PKI, apalagi hingga mengumbar pernyataan politik provokatif dan mengobarkan sentimen berbau SARA,” ujar Masinton Pasaribu.

Masinton Pasaribu pun menilai peristiwa protes di Bawaslu pada 21-22 Mei 2019 tidak ada kaitan dengan kelompok agama tertentu. Polisi bertindak mengamankan para penyusup yang dimobilisasi dari luar Jakarta untuk memanfaatkan aksi protes massa di Bawaslu dengan target menciptakan kerusuhan di Ibu Kota Jakarta. (elz/jpn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar