Novel-Bamukmin
Novel Bamukmin. (foto: Antara)

harianpijar.com, JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) menepis pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono yang menyebut aksi kedaulatan rakyat pada 22 Mei akan lebih didominasi FPI.

Menurut petinggi FPI, Novel Bamukmin, umat Islam masih solid dan mengikuti komando ulama.

“Jadi apa yang dikatakan Hendropriyono ngawur bahwa aksi bela kedaulatan rakyat adalah lebih banyak FPI coba saja bisa dilihat FPI kan berseragam ketika aksi jelas terlihat dengan jelas coba bandingkan saja apa mungkin Hendropriyono sudah pikun?” ujar Novel Bamukmin melalui pesan singkat kepada Republika, Senin, 21 Mei 2019.

Baca juga:   Pastikan Tak Ada Celah Hukum Lagi, Jimly: Ini Sudah Selesai, Putusan MK Final dan Mengikat

“Dari pertama Aksi Bela Islam kesatu tahun 2016 sampai saat ini itu adalah massa yang real umat Islam dari berbagai kalangan manapun termasuk ormas kedaerahan maupun sampai ormas Islam dan itu sampai saat ini masih solid yang ikut kepada komando ulama justru FPI hanya mengawal dan membantu memfasilitasi yang memang FPI sebagai pelayan umat dan suara rakyat justru kami tidak bisa bendung mereka umat Islam yang turun menyuarakan keadilan dan kebenaran karena kebenaran sudah sampai ditangan mereka,” imbuhnya.

Baca juga:   Wasekjen PAN: Walau Ada Tawaran, Prabowo-Sandi Sebaiknya Jaga Komitmen Bersama Pendukung

Terkait keikutsertaan FPI dalam aksi 22 Mei serta instruksi Habib Rizieq Syihab, Novel Bamukmin tak ingin memberikan komentar.

Selain itu, Novel Bamukmin yang juga advokat BPN Prabowo-Sandi memastikan pihaknya akan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pilpres 2019 yang disampaikan KPU.

“Saya atas nama advokat dari BPN bersama-sama kami akan mengajukan gugatan ke MK untuk segera menggugat KPU, insyaallah mendapat dukungan dari PA 212, FPI dan GNPF Ulama,” pungkas Novel Bamukmin. (elz/rep)

Loading...

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of