Yusril Ihza Mahendra: Pembuktian Kecurangan Pilpres Berat Sekali

Yusril-Ihza-Mahendra
Yusril Ihza Mahendra. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Kuasa hukum pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, merasa yakin kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah mengetahui tidak mudah untuk membuktikan kecurangan selisih suara di Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, dirinya tetap menghargai hak konstitusi kubu Prabowo-Sandi.

“Iya, sebagai advokat profesional tidak mudah tapi kami menghargai hak konstitusional,” ujar Yusril Ihza Mahendra di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Mei 2019.

Berdasarkan keputusan KPU, jumlah suara sah pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin 85.607.362 suara. Sedangkan jumlah suara sah Prabowo-Sandi 68.650.239. Jadi selisih suara sebanyak 16.957.123.

Baca juga:   Tim Hukum Prabowo-Sandi Kirim 4 Truk Alat Bukti Gugatan Pilpres ke MK

Yusril Ihza Mahendra mengatakan kubu Prabowo-Sandi akan berat membuktikan kecurangan selisih hasil rekapitulasi KPU. Pasalnya, dirinya sangat berpengalaman menangani perkara sengketa pemilu di MK.

“MK mengadili dan memeriksa hasil, Anda dapat berapa, dan saya dapat berapa kok saya diumumkan KPU kok dapat 1.000 suara padahal saya ada 1.500 suara, sebenarnya simpel tapi pembuktian berat sekali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yusril Ihza Mahendra mengaku ingin mendengarkan kecurangan selisih hasil suara yang akan digugat Prabowo-Sandi. Kubu Prabowo-Sandi, kata dia, harus bisa membuktikan kecurangan tersebut.

“Kemudian beban pembuktian ada dalam pemohon, kalau ada 17 juta kecurangan silakan Anda buktikan kami mau denger kecurangan seperti apa,” kata Yusril Ihza Mahendra.

Baca juga:   Prabowo Subianto Imbau Massa Aksi untuk Pulang

Sebelumnya, Prabowo-Sandi memutuskan untuk mengajukan gugatan ke MK. Keputusan itu diambil dalam rapat internal yang digelar pagi ini di kediaman Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan.

“Menyikapi hasil dari KPU RI yang sudah mengumumkan hasil rekapitulasi nasional pada dini hari tadi. Rapat hari ini memutuskan bahwa paslon 02 akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi,” ujar Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad di Kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kartanegara, Jakarta Selatan, hari ini. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar