Luhut-Binsar-Panjaitan
Luhut Binsar Panjaitan. (foto: beritagar/Wisnu Agung Prasetyo)

harianpijar.com, JAKARTA – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menilai penolakan hasil pilpres yang diungkapkan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tak perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, sengketa hasil pilpres bisa diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sudahlah, Pak Prabowo. Kan sudah bagus membawa ke MK, itu kan jadi satu prosedur yang dewasa dari kita semua. Saya kira nggak usah dibesar-besarkanlah,” kata Luhut Binsar Panjaitan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.

Luhut Binsar Panjaitan juga mengatakan, penolakan hasil pilpres oleh Prabowo Subianto tak mempengaruhi minat investor menanamkan modal di Tanah Air. Dirinya menyebut data market hari ini kondisinya baik.

“Bagus kan, tadi rebound semua di market,” ujar Luhut Binsar Panjaitan.

Baca juga:   Yandri: PAN Kaget Prabowo Mau Menjadi Menteri di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyatakan menolak hasil Pilpres 2019 yang dimenangi Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Dirinya merasa Pilpres 2019 penuh kecurangan.

“Kami pihak paslon 02 menolak semua hasil penghitungan suara pilpres yang diumumkan KPU pada tanggal 21 Mei 2019 dini hari tadi. Di samping itu, pihak paslon 02 juga merasa pengumuman rekapitulasi hasil tersebut dilaksanakan pada waktu yang janggal, di luar kebiasaan,” kata Prabowo Subianto dalam jumpa pers didampingi cawapres Sandiaga Uno di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hari ini.

Menurut Prabowo Subianto, dugaan kecurangan pada Pemilu 2019 sudah disampaikan di Hotel Grand Sahid Jaya pada 14 Mei. Saat itu, Prabowo Subianto menegaskan sudah menolak penghitungan perolehan suara di Pilpres 2019 yang bersumber dari kecurangan.

Baca juga:   Sengketa Pilpres 2019, Tim Hukum Prabowo-Sandi Siap Terima Putusan Hakim MK

“Seperti yang telah disampaikan pada pemaparan kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Sahid Jaya pada tanggal 14 Mei 2019 yang lalu, kami pihak pasangan calon 02, tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan,” ujar Prabowo Subianto.

“Pihak paslon 02 juga telah menyampaikan untuk memberi kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki seluruh proses sehingga benar-benar mencerminkan hasil pemilu yang jujur dan adil, namun hingga pada saat terakhir tidak ada upaya yang dilakukan KPU untuk memperbaiki proses tersebut,” tambahnya. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of