Jusuf-Kalla
Jusuf Kalla (JK). (foto: Biropers Wakil Presiden RI)

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Presiden yang juga Ketum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK) berharap masjid tidak menjadi tempat berpolitik. Dirinya ingin masjid digunakan sebagai tempat beribadah dan kemakmuran bangsa.

“Harapan saya, masjid bagaimana menjaga keamanan. Akhir-akhir ini isu-isu dalam dua hari ini tampaknya, dan saya harapkan masjid tidak dimanfaatkan untuk mempertentangkan, menjadi dampak pertentangan politik di antara jemaahnya. Tapi kita tentu menyampaikan masjid untuk ibadah dan kemakmuran bangsa,” ujar JK dalam buka puasa bersama cendekiawan muslim di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 20 Mei 2019.

JK pun berharap pengurus masjid bisa mengembalikan fungsi masjid sebagaimana mestinya, yakni untuk memajukan umat.

“Karena itulah kita kembalikan itu fungsinya, bagaimana baiknya jika menjaga juga kemajuan dan keamanan negeri ini,” tuturnya.

JK mengatakan masjid tidak hanya berbicara terkait keagamaan. Dirinya ingin masjid memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Masjid bukan tempat hanya berbicara tentang keagamaan, tapi masjid memberikan kemakmuran kepada masyarakatnya,” ungkapnya.

Terlepas dari hal itu, JK sendiri mengaku pernah mendapat pengalaman mengesankan saat menjalankan salat di masjid ketika dirinya masih kecil.

“Saya masih ingat waktu saya kecil, di kampung saya di Bone. Tarawih kita ketawa-ketawa dengan teman. Saya seumur SD. Datanglah bilal marah, mutar-mutar kuping saya, diusir, disuruh keluar, jangan di dalam. Ini suatu ingatan yang tak pernah saya lupakan,” kata JK. (nuch/det)

loading...