Wiranto
Wiranto. (foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir)

harianpijar.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengaku bingung lantaran dirinya mau dilaporkan ke Mahkamah Internasional. Wiranto lantas mempertanyakan alasan dirinya mau dilaporkan tersebut.

“Pak Wiranto lebih berat dari kolonial, mau dimasukin ke Mahkamah Internasional. Kok saya kok bingung,” ujar Wiranto dalam sambutannya saat acara buka bersama sejumlah pimpinan media di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Mei 2019.

Lebih lanjut Wiranto mengatakan, persoalan saat ini ada pihak yang tak mau kalah dalam pemilu. Dirinya menyebut ada indikasi muncul upaya konstitusional tapi memaksa.

“Jadi, masalahnya ada pihak-pihak tertentu sekarang ini yang dalam pemilu ini nampaknya nggak mau kalah, harus menang. dengan catatan bahkan sinyalemen sekarang, isu sekarang sudah ada suatu indikasi bahwa akan muncul upaya-upaya yang konstitusional tetapi maksa,” ungkapnya.

Baca juga:   BPN: Mudah-mudahan Ada Saksi yang Beri Keterangan 'Wow' pada Sidang Sengketa Pilpres di MK

Wiranto menilai tindakan yang konstitusional namun memaksa pada akhirnya akan kembali menjadi inkonstitusuinal.

“Itu agak lain, yang sama, bedanya dengan people power dengan gerakan rakyat. Konstitusional kalau maksa itu jadinya tidak konstitusional,” tegasnya.

Wiranto mengatakan pihaknya tak akan menyerah jika ada pihak yang ingin melanggar hukum. Menurutnya, penegak hukum tak akan pandang bulu dalam menindak para pelanggar aturan.

“Kami nggak akan menyerah. Kalau masih ada yang nekat ya ada hukum. Kami akan dengan tegas saya katakan, tidak pandang bulu akan melaksanakan konsep-konsep menjaga tegaknya hukum. Siapapun yang melanggar hukum, kita usut,” kata Wiranto.

Selanjutnya, Wiranto pun mempertanyakan pihak yang ingin membawanya ke Mahkamah Internasional karena penegakan hukum demi terciptanya kedamaian dan keamanan masyarakat. Tetapi, dirinya mengaku memaklumi hal itu sebagai sebuah kekhilafan.

Baca juga:   Kritik Presiden Jokowi, Amien Rais Tak Setuju Film G30S/PKI Dibuat Ulang

“Memperbaiki hukum, menjaga hukum, menjaga kedamaian masyarakat. Kok malah diajukan ke Mahkamah Internasional? Ya gimana? Tapi nggak apa-apa ya. Namanya khilaf,” pungkas Wiranto.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengatakan akan melaporkan Menko Polhukam Wiranto ke Mahkamah Internasional karena dianggap menyalahgunakan kekuasaan.

Keinginan Amien Rais membawa Wiranto ke Mahkamah Internasional itu terkait keberadaan Tim Asistensi Hukum bentukan Wiranto yang mengkaji ucapan dan aktivitas sejumlah tokoh.

“Di muka bumi ini, orang ngomong ditangkap itu nggak ada. Wiranto, hati-hati, Anda,” ujar Amien Rais seusai menghadiri simposium terkait kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.

“Pak Wiranto perlu dibawa ke Mahkamah Internasional karena dia melakukan abuse of power. Dengan kuasanya, dia akan membidik lawan-lawan politiknya,” tambahnya. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of