kivlan-zen
Kivlan Zen.

harianpijar.com, JAKARTA – Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen tidak dapat memberikan komentar kepada penyidik saat diperiksa sebagai saksi untuk tersangka dugaan makar, Eggi Sudjana.

Menurut Kivlan Zen, dirinya tidak hadir ketika Eggi Sudjana pidato dan mengucapkan kata-kata yang dianggap terkait makar pada 17 April lalu di Kertanegara.

“Soal saya sebagai saksi untuk Eggi Sudjana yang omongannya tanggal 17 April yang people power, saya bilang saya enggak hadir di situ. Saya enggak bisa menerangkan, dong,” kata Kivlan Zen saat dikonfirmasi wartawan.

Lebih lanjut, ditegaskan Kivlan Zen, karena tidak hadir di situ jadi bagaimana tanggapan terhadap Eggi Sudjana melakukan people power. Karena itu, dirinya tidak bisa berikan tanggapan karena bukan haknya memberikan tanggapan apa yang dilakukan orang.

Selain itu, Kivlan Zen juga diperlihatkan rekaman video saat Eggi Sudjana berdemo. Bahkan, dirinya juga tidak kenal orang-orang yang hadir saat Eggi Sudjana berpidato.

“Kenal enggak dengan tokoh-tokoh di sini yang hadir, saya dilihatkan videonya. Saya enggak kenal, saya enggak tahu, saya enggak hadir, saya enggak bisa berikan komentar, saya jawab gitu saja,” tegas Kivlan Zen.

Baca juga:   Pengacara: Ditetapkan Jadi Tersangka Rizieq Shihab Marah Besar

Selanjutnya, Kivlan Zen juga menjelaskan, saat dirinya diperiksa juga tidak dipertemukan dengan Eggi Sudjana. Karena, selama diperiksa dirinya hanya didampingi kuasa hukumnya.

Kemudian, menurut Kivlan Zen, polisi tidak hanya menanyakan soal ucapan ‘people power’ Eggi Sudjana. Namun, juga soal kata ‘Merdeka’ yang diucapkan dirinya saat pertemuan di Rumah Juang pada 5 Mei lalu.

Sementara, dirinya juga menceritakan pada tanggal 5 Mei ada pertemuan dengan sejumlah tokoh di Rumah Juang, Tebet, Jakarta Selatan. Selain itu, pertemuan tersebut untuk membahas soal kecurangan Pemilu 2019.

“Omongan saya “oh sudahlah enggak usah banyak omong datang saja nanti tanggal 9 (Mei) dari Banteng terus ke Bawaslu, enggak usah kita ngomong-ngomong di sini, kan pertemuan tokoh tanggal 5 (Mei) itu membicarakan kecurangan, untuk itu sudahlah enggak usah banyak omong saya bilang, ngapain kita ngomong-ngomong kepada tokoh di sini, ngomel-ngomel, iya toh,” jelas Kivlan Zen.

Baca juga:   Ada Temuan Baru, Langkah KPK Jadikan Novanto Tersangka Lagi Semakin Kuat

Bahkan, dikatakan Kivlan Zen usai berpidato itulah, dirinya mengucapkan kata ‘Merdeka’. Selain itu, Polisi juga mempertanyakan maksud dari kata-kata merdeka yang diucapkannya. Tetapi, dirinya menilai kata-kata merdeka itu wajar diucapkan saat berpidato layaknya Sukarno.

“Bung Karno saja katakan merdeka dalam pidatonya, saya ikut gaya Bung Karno lah merdeka tanggal 9 (Mei) maksudnya tanggal 9 (Mei) itu kita merdeka menyatakan pendapat. Kan, sesuai UU, saya jawab gitu aja,” ujar Kivlan Zen.

Sedang diketahui, Eggi Sudjana sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan telah resmi ditahan sejak Selasa 14 Mei 2019 pukul 23.00 WIB.

Penahanan terhadap Eggi berdasarkan pada Surat Perintah Penahanan Nomor: SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum tanggal 14 Mei 2019. Namun, Eggi Sudjana menolak untuk ditahan karena sejumlah alasan. Dirinya menilai alasan penahanan dirinya janggal.

Sementara, selain Kivlan Zen, polisi juga mengagendakan pemeriksaan terhadap Bachtiar Nasir sebagai saksi dari Eggi. Namun, hingga kini Bachtiar Nasir tidak terlihat mendatangi Polda Metro Jaya. (elz/cnn)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of