Front Pembela Islam (FPI)- Foto:CNN/Net.

harianpijar.com, JAKARTA – Untuk mengantisipasi jalannya hari pencoblosan Rabu 17 April 2019 dari kemungkinan terburuk, Fornt Pembela Islam (FPI) mengeluarkan sebuah maklumat. Selain itu, maklumat tersebut juga ditujukan untuk mengamankan suara pemilih ke salah satu calon presiden.

Sementara, dalam surat maklumat yang ditandatangani oleh Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab itu, FPI menyebut kondisi politik saat ini tak menentu. Karena itu, maklumat tersebut bermaksud untuk menjaga keselamatan agama dan keutuhan bangsa.

“Menyiapkan kondisi Siaga I untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk. Termasuk di dalamnya adalah membaca segala Hizbun Nashr dan berdoa memohon kepada Allah SWT agar memberikan pertolongan kepada umat Islam, bangsa, dan negara,” demikian isi pertama maklumat itu tertulis, Selasa 16 April 2019.

Selanjutnya, selain poin di atas, ada empat poin lainnya yang ditujukan kepada anggota FPI, Laskar Pembela Islam (LPI), dan sayap organisasi mereka yang lain. Salah satu poin utama dalam maklumat itu adalah mengawal suara untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 di Pilpres 2019.

“Mengamankan suara pemilih untuk pemenangan capres hasil Ijtima Ulama, termasuk bila diperlukan dengan menjadi saksi di tiap TPS dan PPK,” lanjut isi maklumat.

Sementara, merujuk pada Ijtimak Ulama II yang digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI pada 16 September 2018, Prabowo Subianto mendapat dukungan penuh dari pemuka agama yang tergabung dalam gerakan tersebut. Bahkan, capres nomor urut 02 itu pun menyetujui 17 poin kesepakatan yang tertuang dalam pakta integritas.

Meski tidak ikut secara fisik dalam ijtima tersebut, Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab turut memberikan dukungannya kepada Prabowo Subianto.

Namun, terlepas dari itu maklumat ini juga menyertakan poin-poin imbauan lain kepada anggota mereka seperti menjaga dan mengawal kotak suara hingga ke PPK agar tidak terjadi manipulasi mau pun kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif; menjaga dan mengawal keselamatan ulama dan para pemilih yang menjalankan hak politiknya; dan melawan segala bentuk kecurangan dalam Pilpres dan Pileg 2019. [elz/cnn]

loading...