Feri-Amsari
Feri Amsari. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat hukum yang juga Direktur PUSaKo Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari mengatakan gerakan people power tidak bisa menyelesaikan masalah sengketa pemilu di Indonesia, meski pelanggaran pemilu pasti akan terjadi.

“Nggak mungkin dong kalau sekarang. Semua kita menginginkan pemilu ini 100 persen bersih tanpa kecurangan, tanpa money politics, tidak mungkin, dua pihak sama-sama bermain,” kata Feri Amsari kepada awak media di STHI Jantera, Jakarta, Senin, 15 April 2019.

Feri Amsari menilai, jika memang terdapat kecurangan, maka harus diajukan kepada Mahkamah Konstitusi (MK).

“Oleh karena itu, saya mengingatkan, kalau mau memilih jalur MK, disiapkan bukti-buktinya secara matang. Menurut saya, saran saya kepada pihak yang menyarankan people power itu, lebih baik pihak ini berkonsentrasi untuk maju ke MK jika ada indikasi kecurangan,” ujar Feri Amsari.

Sementara itu, peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil mengatakan, jika pelanggaran tidak dilaporkan ke MK, peserta pemilu dianggap setuju dengan hasil pemilu.

“Kalau tidak mau ajukan sengketa ke MK, dalam kerangka hukum pemilu kita, ya berarti menerima. Sebagai negara demokratis, saya melihat itu,” sebutnya. (nuch/det)

loading...