Basuki-Tjahaja-Purnama-BTP
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok. (foto: instagram/basukibtp)

harianpijar.com, JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku sebenarnya sudah berusaha untuk tidak marah-marah lagi. Namun, saat akan mencoblos di Osaka, Jepang, dirinya sempat marah.

Sementara, dalam video yang beredar di media sosial, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menceritakan dirinya hampir dikerjai oknum saat mau mencoblos. Bahkan, hampir diserobot orang lain.

“Padahal sejak keluar dari tahanan, gua udah berusaha nggak mau marah. Tapi pas ketemu orang kayak gitu memang mesti dimarahin, baru dia takut. Kalau nggak, banyak orang nggak bisa milih,” kata Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga mantan Bupati Belitung Timur yang mencoblos di Osaka, Jepang itu.

“Bayangin gara-gara diserobot orang, nggak jelas siapa yang nyerobot tadi. Rupanya memang saya di Osaka ini untuk menyelamatkan beberapa suara,” tambahnya.

Sementara diketahui, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memang sebelumnya pernah dipenjara selama 20 bulan dalam kasus penodaan agama. Selain itu, saat dirinya bebas pada Januari 2019 dan sempat berkeliling ke beberapa negara setelahnya.

Sedangkan, menurut Ketua PPLN Osaka Anung Wibowo, soal kejadian di Osaka,
momen mantan Gubernur DKI itu protes ketika pencoblosan, insiden itu hanya salah paham.

“Itu salah paham saja, jadi tadinya kan Pak Ahok sudah antre, tapi dia harus pindah tempat karena banyak massa yang minta foto, terus ketika beliau kembali ke antrean lagi dikirain nyelak gitu, terus Pak Ahok nggak terima, itu juga ngobrol-ngobrol aja, cuma karena sama-sama ngomongnya keras, sama orang-orang Makassar, sedikit panas, itu juga sebentar nggak sampai 5 menit sudah selesai urusannya,” kata Anung Wibowo saat dikonfirmasi media.

Leblih lanjut, ditegaskan Anung Wibowo, dirinya juga membenarkan jika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah terdaftar untuk melakukan pencoblosan di Osaka, Jepang. Bahkan, dirinya juga kembali menegaskan, insiden itu hanya salah paham.

“Memang beliau bener nyoblos, beliau terdaftar sebagai DPT semua kita sama kita layani dengan baik, sama samua WNI, kami layani dengan baik, kita layani sebagai semestinya, cuma salah paham sedikit aja, cuma yang di sosmed melihatnya apa, tapi nggak sampai 15 menit sudah smooth lagi,” tegas Anung Wibowo.

“Jadi nggak terjadi hal yang terlalu, salah paham sebentar terus teman-teman 01 ada di samping saya, sama teman-teman dari 02 juga ada di samping saya. Mereka masing-masing menenangkan massanya. Kami juga imbau tidak ada yang teriak-teriak lagi karena itu gedung orang nanti kita diusir, mereka bisa memahami, sudah selesai urusannya,” tandas Anung Wobowo.(elz/det)

loading...