ahok
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik Abi Rekso sangat menyayangkan sikap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mendiskreditkan peran Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB) yang merupakan kendaraan politiknya sewaktu awal terjun ke dunia politik.

Menurut Abi Rekso, dirinya juga memahami portofolio politik mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut. Karena itu, dirinya menyanggah pernyataan tersebut.

“Ahok itu tidak pantas merendahkan peranan Partai PIB. Biar bagaimanapun PIB adalah rumah awal sekaligus pintu gerbang politik untuk dirinya. Haram hukumnya menghujat rumah lama kita,” kata Abi Rekso saat dikonfirmasi wartawan, Minggu, 14 April 2019.

Lebih lanjut, dijelaskan Abi Rekso, saat itu mantan Bupati Belitung Timur tersebut dibawa oleh seorang tokoh Bangka masuk ke PIB. Bahkan, salah seorang tokoh PIB, yaitu Tumpak Sitorus, turut memperkuat posisinya di PIB yang ketika itu dipimpin Dr Sjahrir.

Selain itu, Abi Rekso juga membantah jika dikatakan PIB menggerus PDI Perjuangan di Belitung Timur. Karena, peralihan suara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di tingkat DPRD II Belitung Timur bukanlah migrasi pemilih PDIP, melainkan migrasi berasal dari pemilih Partai Golkar yang basis pemilihnya di Belitung Timur cukup kuat.

“Sebaiknya Ahok belajar menghargai peran Partai PIB dalam perjalanan politiknya. Tanpa PIB, Ahok tidak pernah meniti karir politik di posisi sekarang karena pernyataan itu membuat pendiri PIB tersinggung,” jelas Abi Rekso.

Sementara, dalam sebuah pernyataan video blog di akun Youtube Panggil Saya BTP, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan sikap politiknya menjelang pemungutan suara Pemilu 2019 dengan bergabung bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Dalam vlog dengan judul ‘Kenapa Saya Memilih PDI Perjuangan’ yang diunggah Sabtu, 13 April 2019 itu, mantan orang nomor 1 di DKI Jakarta itu justru mendiskreditkan peran Partai PIB.

Bahkan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa aktivitas politiknya sewaktu di PIB hanya merusak agregat suara PDIP dan dirinya juga merasa menyesal pernah bergabung dengan PIB sewaktu di Belitung Timur. (elz/rmo)

loading...