Hasto-Kristiyanto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memimpin rombongan Safari Kebangsaan V. (foto: TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA)

harianpijar.com, JAKARTA – Calon Presiden nomo urut 02 Prabowo Subianto dalam debat terakhir yang digelar pada Sabtu, 13 April 2019, dinilai terjebak pada memori persoalan lama. Bahkan, capres dan cawapres nomor urut 02 itu, tak mampu melihat keberhasilan yang telah dicapai pemerintahan sekarang.

“Seperti yang telah diduga sebelumnya, Pak Prabowo terjebak pada memori persoalan lama,” kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Sabtu, 13 April 2019 malam.

Menurut Hasto Kristiyanto, pasangan calon (paslon) nomor urut 02 itu ahli dalam kritik, tetapi tidak memiliki program yang otentik.

Sementara, calon presiden nomor urut 01 Jokowi, menyampaikan komitmennya untuk mengembalikan karakter asli pembangunan ekonomi Indonesia yang menempatkan aspek pertumbuhan, pemerataan, dan keadilan, di antaranya melalui kebijakan Indonesia sentris.

Selanjutnya, Hasto Kristiyanto juga menegaskan, tugas utama Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini sedang membenahi Indonesia melalui pembangunan secara masif di bidang infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, daya tarik investasi, serta menggelorakan martabat, kemandirian, dan daya saing bangsa.

Karena itu, dirinya menilai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 memiliki kelemahan yang terletak pada ketidakmampuan melihat prestasi yang telah dicapai oleh pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

“Kelemahan Prabowo-Sandiaga, terletak pada ketidakmampuan melihat prestasi yang telah dicapai oleh pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Semua dikatakan salah arah, tidak ada strategi, dan terjadi de-industrialisasi,” tegas Hasto Kristiyanto yang juga Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini.

Selain itu, menurut Hasto Kristiyanto, padahal faktanya pertumbuhan investasi dan industri manufaktur saat ini mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. (elz/rep)

loading...