AHY
AHY di Surabaya. (foto: detik/Hilda Meilisa Rinanda)

harianpijar.com, SURABAYA – Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam pidato kebangsaannya di Surabaya, berkeyakinan baik Prabowo Subianto maupun Joko Widodo (Jokowi) bukanlah calon pemimpin yang menginginkan perpecahan.

“Kita semua berkeyakinan baik Pak Prabowo Subianto dan Pak Jokowi bukanlah calon pemimpin yang berniat untuk membentur-benturkan identitas masyarakatnya sendiri. Kita sendiri semua yakin keduanya juga memiliki komitmen untuk senantiasa menjaga keutuhan bangsa,” ujar AHY setelah menyampaikan pidato kebangsaan bertajuk Indonesia untuk Semua di DBL Arena Surabaya, Sabtu, 13 April 2019.

AHY juga mengaku cukup prihatin dengan apa yang terjadi menjelang pemilu ini. Dirinya menyebut banyak informasi yang berkembang, yang cenderung tidak konstruktif dan saling menuding antar kelompok.

AHY mencontohkan misalnya ada pihak pro kebhinnekaan dan pihak Pro Islam yang menggunakan golongan untuk saling menuding. Tak hanya itu, masih banyak golongan lainnya yang saling menuduh.

“Sikap saling tuding antar kelompok yang menggunakan narasi identitas seperti, antara pro kebhinekaan dan pro Islam, pro NKRI dan pro khilafah, atau pro pancasila dan anti pancasila. Seolah kian merenggangkan hubungan kita sebagai sesama anak bangsa,” ungkapnya.

Hal ini, lanjut AHY, juga dibumbui dengan produksi hoaks yang semakin banyak. Sementara, dirinya juga menilai kemampuan masyarakat melakukan check and recheck juga masih minim.

“Sementara itu produksi hoaks yang melimpah dengan konten-konten yang sensasional dan juga menyesatkan, kurang diimbangi oleh kemampuan masyarakat kita untuk berfikir mencerna secara jernih dan kritis,” kata AHY.

“Kadang kita malas untuk melakukan check and recheck terhadap informasi. Akibatnya pikiran dan perasaan masyarakat kita semakin teraduk-aduk galau, bingung dan sarat dengan kekhawatiran,” tambahnya.

Untuk itu, dikatakan AHY, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu berpesan agar para kader berkomitmen pada empat pedoman dasar. Yaitu menjaga NKRI, merawat kebhinnekaan, menegakkan keadilan, serta mengutamakan rakyat.

“Dalam suratnya pak SBY menyampaikan pesan kepada kita, agar berjuang untuk Indonesia senantiasa menceminkan inclusiveness atau melibatkan dan mengayomi seluruh komponen bangsa dengan sesama Indonesia untuk semua. Agar mencerminkan keberagaman, kemajemukan dan persatuan unity in diversity, Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tapi tetap satu jua,” ujar AHY.

“Mari kita rawat demokrasi ini dengan semangat kebersamaan, Indonesia dibangun dengan semangat kesetaraan, mari kita syukuri perbedaan ini, berbeda suku, agama, ras, etnis, antar golongan sebagai kekayaan khasanah Indonesia,” imbuhnya.

Dalam pidato kebangsaan itu turut hadir Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak hingga mantan Gubernur Jatim yang juga merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo, serta sejumlah elite partai lainnya. (nuch/det)

loading...