Eggi-Sudjana
Eggi Sudjana. (foto: detik/Yulida)

harianpijar.com, JAKARTA – Advokat yang juga caleg PAN dapil Jakarta II, Eggi Sudjana melaporkan soal surat suara tercoblos di Malaysia ke Bawaslu. Dirinya juga melaporkan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) karena diduga melakukan kecurangan terstruktur dan meminta Jokowi didiskualifikasi.

“Dasar hukum laporan tersebut pada terlapor karena yang pertama kelalaian dari penyelenggara pelaksana pemilu, yang kedua kami menduga adanya di sini jual beli suara yang terstruktur tersistematis dan masif seperti pada pernyataan Bawaslu,” ujar kuasa hukum Eggi Sudjana, Pitra Romadhoni di Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat, 12 April 2019.

“Untuk itu karena memang ini yang tercoblos adalah 01 dan caleg dari pada Partai NasDem, klien kami menginginkan saudara Jokowi didiskualifikasi,” tambahnya.

Eggi Sudjana yang ikut hadir di Bawaslu juga meminta penyelenggara pemilu mengusut tuntas kasus tersebut. Dirinya menilai perlu tindakan hukum secara tegas terkait kasus ini.

“Kedua dari caleg NasDem yang sudah tercoblos tersebut segera diusut tuntas dan perlu segera ditindak lanjuti untuk dilakukan tindakan hukum berupa tindak pidana pemilu,” kata Eggi Sudjana.

Sebelumnya, Eggi Sudjana melaporkan tujuh pihak ke Bawaslu. Adapun pihak yang dilaporkan adalah Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Malaysia, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di Luar Negeri (KPPSLN), Panitia Pengawas Pemilu di Luar Negeri (Panwas LN) di Malaysia, KPU, capres nomor urut 01 Joko Widodo, serta caleg Partai NasDem Davin Kirana dan Ahmad.

Dugaan pasal yang dilanggar adalah Pasal 532 KUHP, Pasal 537 KUHP, Pasal 544 KUHP, Pasal 550 KUHP, Pasal 553 UU No 7/2017 tentang pemilu, dan Pasal 421 KUHP tentang penyalahgunaan wewenang oleh pejabat serta Pasal 1365 dan 1366 KUHP Perdata. (nuch/det)

loading...