Hasyim-Asyari
Komisioner KPU Hasyim Asy'ari. (foto: KOMPAS/MOH NADLIR)

harianpijar.com, JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari mengungkapkan adanya kejanggalan terkait penemuan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia.

Menurut Hasyim Asy’ari, jika benar surat suara tersebut berasal dari KPU, maka akan tersimpan dalam sebuah kotak yang telah disiapkan oleh KPU. Namun, dalam video yang beredar disimpan dalam kantong plastik.

Selain itu, lanjut Hasyim Asy’ari, berdasarkan standar operasional yang ditetapkan KPU, maka surat suara yang berada di luar negeri tersebut harusnya disimpan di kedutaan besar Republik Indonesia atau tempat yang memiliki tingkat keamanan yang mumpuni.

“Bagi kami jadi pertanyaan, kok di dalam karung atau kantong, kemudian kok orang begitu mudah masuk kesitu, buka kantong lalu membuka barang-barang cetakan itu. Gimana ceritanya bisa gini?” ujar Hasyim Asy’ari saat konferensi pers di Bawaslu, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.

Hasyim Asy’ari menjelaskan, jika menyangkut surat suara yang dikirim melalui jasa pengiriman yang bekerja sama dengan KPU seperti Pos, maka hal itu juga harus disimpan berdasarkan standar operasional yang ada.

“Kantor perwakilan itu memadai jika disimpan di situ dengan SOP tertentu yaitu digembok, dikunci, dan disegel pintunya, persyaratan juga lalu ada cctv yg bisa pantau dari waktu ke waktu,” terangnya.

Saat disinggung soal surat suara yang ada pada video tersebut, Hasyim Asy’ari mengatakan akan mencocokkan dengan kertas suara asli dari KPU. Saat ini, pihaknya masih memiliki bukti melalui video, sehingga butuh klarifikasi lebih lanjut.

“Yang tahu ciri-ciri surat suara dari KPU itu yang nyetak atau kerja sama dengan KPU. Makanya nanti kemudian kami cek barang-barang itu dari KPU atau bukan,” ungkapnya.

Meski demikian, Hasyim Asy’ari tak ingin menyimpulkan terlalu dini terkait informasi tersebut. Menurutnya, pihaknya akan melakukan klarifikasi secara langsung terkait dengan tempat penyimpanan surat suara, surat suara asli, oknum yang ada di video, dan yang menyebarkan video tersebut.

“Ini perlu kami klarifikasi,” tegas Hasyim Asy’ari.

Sebelumnya, beredarnya video tentang penggerebekan lokasi tempat penyelundupan surat suara di sebuah ruko di kawasan Bangi, Selangor, Malaysia. Dalam video itu, disebutkan bahwa surat suara pilpres dan pileg yang sudah tercoblos. (elz/med)

loading...