Andre-Rosiade
Andre Rosiade.

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengungkap screenshot Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab yang meragukan keislaman capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Terkait hal itu, Partai Gerindra mengecam Yusril Ihza Mahendra. Partai Gerindra menyebut Yusril Ihza Mahendra yang kini mendukung Joko Widodo (Jokowi) tengah kalap.

“Saya rasa ini bagian dari orang kalap, takut kalah, sehingga mulai menghalalkan suatu cara. Mengapa demikian? Karena bikin acara sepi, berbeda dengan Prabowo-Sandi yang dihadiri ribuan orang. Sehingga muncul kepanikan takut kalah muncul strategi, sehingga muncul screenshot Pak Yusril dengan Habib Rizieq,” kata Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade kepada awak media, Rabu, 3 April 2019.

Andre Rosiade mengatakan, Prabowo Subianto pernah menyebut ‘Islam saya kurang’. Terkait screenshot tersebut, kata dia, persoalan Ijtimak Ulama sudah bulat mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno maju di Pilpres 2019.

“Saya rasa clear sudah Ijtimak Ulama clear dan Pak Prabowo mengakui bahwa islam abangan, ‘saya islam abangan, islam saya tidak baik, tapi saya tidak pernah kriminalisasi ulama’, Pak Prabowo mengakui makanya beliau mengakui nggak mau jadi imam. Nggak perlu dipaksakan seperti orang sebelah, jadi imam difoto banyak orang. Screenshot Pak Yusril bagian dari orang kalap, takut kalah, alias panik,” ujar Andre Rosiade.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra mengungkap transkrip lengkap percakapan WhatsApp dengan Rizieq Syihab yang meragukan keislaman Prabowo Subianto. Dirinya menegaskan transkrip percakapan itu merupakan bukti bahwa dirinya tak menyebarkan kebohongan.

Menurut Yusril Ihza Mahendra, Rizieq Syihab juga menyeret nama Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam percakapan itu. Berdasarkan penuturan Yusril Ihza Mahendra, Rizieq Syihab menyebut Prabowo Subianto terjebak dengan SBY yang tengah berupaya melakukan propaganda melawan politik Islam.

“Perhatikan dalam WA di atas Rizieq yang bilang ‘PS lemah tentang Islam & lingkarannya pun masih banyak yang ‘Islamphobia’. Apalagi PS sudah terjebak dengan SBY yang sedang propaganda melawan Politik Islam yang disebutnya sebagai ‘Politik Integritas’ beraroma SARA’ dan seterusnya,” ungkap Yusril Ihza Mahendra. (ilfan/det)

loading...