rizieq
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

harianpijar.com, JAKARTA – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapat serangan dari pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab dari Arab Saudi. Dalam serangannya ke capres petahana itu, dirinya mengaku mendapat kabar Menlu Retno LP Marsudi menggalang kemenangan Jokowi. Selain itu, kabar supaya surat suara di Arab Saudi tercoblos nama Jokowi.

Menurut Rizieq Shihab, Menlu Retno LP Marsudi tanpa malu-malu meminta staf KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh untuk bekerja keras memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Sangat kita sesalkan beberapa waktu yang lalu Menlu datang ke Saudi Arabia, kemudian melakukan pertemuan baik di KBRI maupun di KJRI selanjutnya Menlu tanpa malu-malu, tanpa sungkan-sungkan, secara terang-terangan mengajak para staf dan seluruh pekerja yang ada di KBRI maupun KJRI agar bekerja keras memenangkan paslon 01 yaitu Jokowi,” kata Rizieq Shihab dalam video yang ditayangkan channel YouTube Front TV, seperti dilihat pada Senin, 1 April 2019.

Lebih lanjut, Rizieq Syihab menjelaskan, dirinya mendapat informasi tersebut dari WNI yang bekerja di KBRI dan KJRI. Karena itu, menurutnya, para staf KBRI dan KJRI merasa hak untuk memilih dalam Pilpres 2019 terancam.

“Saya mendapatkan laporan ini langsung dari kawan-kawan yang ada di KBRI maupun di KJRI yang mereka resah, mereka galau dan mereka merasa kebebasan serta kemerdekaan mereka dirampas. Karena itu kepada seluruh warga negara Indonesia yang ada di Saudi Arabia harus bersama-sama untuk bekerja melawan segala bentuk intimidasi, tekanan ancaman dan kecurangan,” jelasnya.

Selanjutnya, juga ditegaskan Rizieq Syihab, informasi lainnya yang dirinya dapat, yakni para ketua tempat pemungutan suara (TPS) di Arab Saudi dihubungi elite parpol pengusung Jokowi. Mereka disebut diimingi uang supaya surat suara di masing-masing TPS tercoblos Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Bahkan belakangan ini kita juga mendapatkan informasi yang sangat-sangat memprihatinkan di mana ada beberapa ketua TPS di kota-kota kecil di Saudi Arabia seperti di Qasim, kemudian juga di Abha, Jizan, dan lain sebagainya, di mana di antara mereka ada yang ditelepon oleh beberapa pimpinan dari partai pengusung Jokowi. Mereka ditawarkan sejumlah uang, sejumlah fasilitas, dengan syarat kalau mereka mau melakukan apa yang mereka minta yaitu seluruh kertas suara yang diperuntukkan bagi WNI yang ada di kota-kota kecil di Saudi Arabia semua ditusuk, dicoblos hanya untuk Jokowi. Tentu ini merupakan penawaran untuk penghianatan,” ujar Rizieq Syihab.

Karena itu, dikatakan Rizieq Shihab, dirinya mengimbau kepada seluruh WNI di Arab Saudi untuk melawan kecurangan tersebut. Mereka diminta benar-benar ikut serta dalam Pemilu untuk menyuarakan pilihannya.

“Tentu ini merupakan penawaran untuk pengkhianatan. Informasi ini sudah kita terima dari beberapa sumber dan terjadi di beberapa tempat. Karena itu kita minta kepada seluruh WNI yang ada di Saudi Arabia untuk bersama-sama melawan kecurangan semacam ini. Pastikan nanti Anda betul-betul ikut serta yaitu melakukan pemilihan, ikut serta mencoblos sesuai dengan pilihan yang anda inginkan tanpa ancaman, intimidasi dari pihak manapun,” ucap Rizieq Shihab.

Sementara, menurut Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengatakan informasi yang disampaikan Rizieq Shihab tidak benar. Selain itu, diakui Kemlu memang benar Menlu Retno Marsudi saat itu sempat berada di Arab Saudi. Namun, kunjungan Retno Marsudi ke Jeddah saat itu dalam rangka peresmian gedung.

“Kita tahu ada video yang beredar hari ini mengatakan bahwa menlu mengarahkan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah untuk memilih salah satu pasangan dalam kontestasi presiden, capres dan cawapres. Kami ingin sampaikan bahwa statement itu tidak benar karena Menlu memang berkunjung ke Jeddah pada tanggal 2 atau 3 Maret. Tapi kunjungan itu dilakukan dalam kaitan perlindungan WNI yaitu untuk meresmikan gedung pelayanan satu atap yang sudah hampir 7 tahun dicita-citakan dan Alhamdulillah baru selesai bulan Februari lalu. Dan diresmikan oleh ibu Menlu pada tanggal 3 Maret,” kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu M Iqbal kepada media di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin 1 April 2019.

Selanjutnya, soal adanya kabar ketua TPS yang diminta supaya surat suara tercoblos nama Jokowi. Kemlu memastikan penyelenggara Pemilu di luar negeri, termasuk di Arab Saudi, menjaga netralitas.

“Pesan yang beliau sampaikan adalah satu, meminta agar kepala perwakilan dan perwakilan RI memberikan perhatian bagi penyelenggara Pemilu di luar negeri dan pastikan berjalan secara aman, berjalan secara lancar. Meskipun penyelenggaraannya adalah PPLN yang itu koordinasinya langsung di bawah KPU. Tetapi perwakilan memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung dan memastikan Pemilu di luar negeri aman dan lancar. Kedua, beliau mengingatkan kepada semua staf di perwakilan untuk tetap mengedepankan integritas, profesionalisme dan netralitas,” kata M Iqbal.

Sedangkan, menurut KJRI Jeddah tidak benar Menlu Retno Marsudi mengajak pejabat dan staf KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh untuk memenangkan salah satu pasangan calon di Pilpres 2019. Selain itu, kedatangan Menlu Retno Marsudi ke KJRI Jeddah untuk menyampaikan isu peningkatan pelayanan publik bagi WNI dan peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Arab Saudi. (elz/det)

loading...