AHY
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (foto: dok. Instagram)

harianpijar.com, SEMARANG – Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi pernyataan Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo soal jatah kursi menteri untuk parpol koalisi. AHY menilai hal itu seharusnya belum memiliki urgensi untuk dibahas.

Sebelum melakukan kegiatan menyapa masyarakat, AHY menyempatkan memberikan tanggapan kepada awak media. Dirinya menyebut mendengar informasi terkait pernyataan Hashim Djojohadikusumo soal kursi menteri dan hanya menyebut PKS dan PAN tanpa Partai Demokrat.

“Saya coba kroscek lewat BPN, apa yang dimaksudkan, saya ingin tanggapi jangan sampai kemudian justru tidak sesuai dengan maksud yang disampaikan beliau. Setelah saya klarifikasi saya dapat penjelasan bahwa yang dimaksud beliau untuk Demokrat memang masih dipertimbangkan untuk jumlah kursi kabinet yang akan ditawarkan untuk diisi kader Demokrat,” ujar AHY di hotel @hom Semarang, Senin, 1 April 2019.

Pembicaraan tawaran serupa pernah juga disampaikan oleh capres Prabowo Subianto dalam konteks membangun koalisi. Namun, menurut AHY, tawaran itu belum urgent dan seharusnya lebih fokus memperjuangkan penyelesaian permasalahan di masyarakat.

“Kami dapatkan tawaran seperti itu dan sampai hari ini Partai Demokrat belum merasa itu sebagai urgensi karena yang harus diperjuangkan lebih dulu adalah segala permasalahan rakyat yang dihadapi saudara kita di Tanah Air hari ini dan 5 tahun mendatang. Itulah ikhtiar dan perjuangan politik sampai dengan 17 April nanti. Kami ingin lebih memahami apa yang diinginkan rakyat dan sekaligus partai hadirkan solusi dengan 14 prioritas untuk rakyat,” terangnya.

Selain itu, AHY menilai pernyataan tersebut bisa melukai hati rakyat karena bisa dianggap bagi-bagi jabatan. Partai Demokrat lebih fokus kepada pemenangan Pileg dan Pilpres 2019 serta memperjuangkan program pro rakyat.

“Lagi-lagi bukannya kami tidak lihat itu sebagai sesuatu yang penting tapi kami lihat urgensinya belum di sana. Berbicara tentang jabatan menteri, berapa posisinya, di pos apa saja, maka ini khawatirnya akan melukai rakyat. Rakyat berharap sekali ada semangat perubahan yang terlepas seolah hanya merupakan bagi-bagi kekuasaan oleh parpol dalam pemilu ini,” ungkapnya.

Meski demikian, AHY menegaskan dirinya tidak kecewa dengan pernyataan Hashim Djojohadikusumo soal kursi menteri dan menganggapnya lumrah sebagai pembahasan langkah kedepan. Dirinya menganggap adik Prabowo Subianto itu hanya ingin menjawab keingintahuan publik.

“Saya tidak katakan kecewa, saya anggap percakapan lumrah dalam kompetisi politik, selalu whats next, apa yang akan terjadi setelah ini. Selalu ada keingintahuan publik yang mungkin ingin dijelaskan beliau,” pungkas AHY. (nuch/det)

loading...