Suhud-Aliyudin
Suhud Alynudin.

harianpijar.com, JAKARTA – Politikus nasional Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) mengatakan data capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal anggaran pertahanan salah. Terkait hal itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut Yenny Wahid tak mengerti masalah.

“Data Pak Prabowo sudah benar. Yenny yang nggak ngerti masalah. Pak Prabowo menyampaikan data perbandingan antara anggaran pertahanan dengan GDP Indonesia yang besarnya 0,8 persen. Sementara Singapura anggaran pertahanan 3 persen dibanding GDP,” kata Jubir BPN Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin kepada awak media, Minggu, 31 Maret 2019.

“Yenny melihatnya secara nominal. Kalau secara nominal, memang kita lebih besar, tapi mengingat luas geografis yang sedemikian besar tidak pantas kalau nominal anggarannya yang diperbandingkan karena wilayah yang perlu dilindungi sedemikian luas. Jadi lebih pantas jika membandingkan proporsi GDP negara masin-masing, yang mana Indonesia jauh di bawah Singapura atau banyak negara lain di ASEAN,” tambahnya.

Menurut Suhud Alynudin, konstitusi mengamanatkan untuk mempertahankan kedaulatan negara. Dirinya lalu mengungkit soal nawacita capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Padahal, berdasarkan amanat konstitusi, pertahanan negara diselenggarakan untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI dari ancaman dan gangguan baik dari dalam dan luar negeri. Pertahanan negara juga bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional. Perlu diingat juga, di nawacita Jokowi janji anggaran pertahanan 1,5 persen dari PDB,” ujar Suhud Alynudin.

Sebelumnya, Yenny Wahid yang mendukung Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak meragukan nasionalisme yang dimiliki Prabowo Subianto. Namun, menurutnya, Prabowo Subianto banyak menyampaikan data yang salah soal pertahanan.

Yenny Wahid menuturkan salah satu kesalahan data tersebut yakni terkait dengan anggaran pertahanan. Di mana Prabowo Subianto menyebut anggaran pertahanan Indonesia lebih kecil dibanding Singapura.

“Salah satunya adalah tentang anggaran pertahanan, kita yang dibandingkan dengan Singapura. Beliau mengatakan bahwa salah satu kelemahan kita adalah anggaran kita kecil, karena karena hanya sekitar 0,8 persen dari APBN, sementara Singapura 3 persen dari APBN. Ini saya baca sudah keliru,” kata Yenny Wahid di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 Maret 2019. (nuch/det)

loading...