Ace-Hasan-Syadzily
Ace Hasan Syadzily. (foto: Screenshot YouTube)

harianpijar.com, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menanggapi tudingan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menyebut ‘koalisi Jokowi banyak produksi koruptor’. Menurut TKN, korupsi bisa terjadi dari parpol mana saja, termasuk dari koalisi 02.

“Memangnya parpol pendukung 02 bersih? Tidak ada yang korupsi? Soal korupsi itu juga terjadi kepada parpol mana saja. Yang penting adalah bagaimana negara ini memiliki sistem untuk melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelaku korupsi tanpa dilakukan intervensi politik dari siapa pun, termasuk oleh Presiden Jokowi,” ujar Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily kepada awak media, Sabtu, 16 Maret 2019.

Ace Hasan Syadzily lalu menyinggung kasus korupsi yang menjerat politikus dari parpol koalisi 02, yaitu politikus PAN yang juga Wakil Ketua DPR nonaktif, Taufik Kurniawan. Karena itu, kata dia, tak perlu asal menuding. Dirinya menegaskan yang harus dilakukan adalah menguatkan KPK untuk terus memberantas korupsi.

“Soal korupsi juga terjadi pada partai-partai pendukung 02. Yang paling mutakhir adalah Wakil Ketua DPR dari salah satu parpol pendukung 02. Sebelum ada 2 orang ketua umum parpol yang menjadi pendukung 02 yang terjerat kasus korupsi antara lain soal sapi dan Hambalang di era sebelumnya,” kata Ace Hasan Syadzily.

“Oleh karena itu, sekarang tugas kita adalah bagaimana kita memperkuat KPK agar dapat berperan kuat dalam melakukan pemberantasan korupsi,” imbuhnya.

Ace Hasan Syadzily mengatakan, pemberantasan korupsi yang saat ini dilakukan KPK mendapat dukungan penuh dari Presiden Jokowi. Pelaku korupsi di era Jokowi ditindak tegas tanpa tebang pilih.

“Bahkan Pak Jokowi menyampaikan dengan tegas tanggal 13 Maret yang lalu bahwa tidak ada alasan untuk benarkan korupsi. Dan tidak ada alasan bagi kita untuk menunda aksi berantas korupsi. Ini telah dibuktikan oleh Presiden Jokowi dengan tidak pernah mengintervensi proses hukum kasus korupsi, demi melindungi siapapun termasuk Ketum parpol pendukungnya,” terangnya.

Ace Hasan Syadzily melihat serangan kubu Prabowo-Sandi saat sini seperti sedang mencoba mencari keuntungan dari kasus Ketum PPP Muhammad Romahurmuziy (Rommy). Dirinya menyarankan untuk menyerahkan kasus Rommy ke KPK.

“Terlihat sekali kubu 02 berharap mengais-ngais keuntungan elektoral dengan kasus OTT-nya Rommy. Lebih baik kita serahkan pada mekanisme hukum yang berlaku. Hormati KPK yang sekarang sedang bekerja. Kami sangat prihatin atas apa yang menimpa Rommy,” pungkas Ace Hasan Syadzily.

Sebelumnya, Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan OTT terhadap Rommy sebagai puncak gunung es penanda banyaknya kader koalisi 01 yang terjerat korupsi. Dirinya juga mengungkit pernyataan sang capres soal korupsi sudah stadium 4.

“Penangkapan Ketum PPP Rommy ini adalah puncak gunung es bahwa koalisi Pak Jokowi ini adalah koalisi parpol yang banyak memproduksi koruptor dan juga mengkonfirmasi pernyataan Pak Prabowo mengenai perilaku korupsi di Indonesia sudah di stadium 4,” ujar Andre Rosiade kepada awak media, kemarin. (nuch/det)