Sandiaga-Uno
Sandiaga Uno. (foto: instagram/sandiuno)

harianpijar.com, JAKARTA – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menilai operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK yang menjerat Ketum PPP Muhammad Romahurmuziy (Rommy) sebagai masa kelam politikus muda Indonesia. Menurutnya, kasus ini menunjukkan korupsi di Indonesia masuk tahap darurat.

“Dan ini saat-saat yang kelam bagi politisi-politisi muda. Kembali kita dihadapi oleh permasalahan korupsi yang sudah ada di dalam tahap yang gawat darurat,” kata Sandiaga Uno di Lapangan Basket Bulungan, Jalan Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Maret 2019.

Sandiaga Uno sendiri mengaku kaget mendengar Rommy terjaring OTT KPK. Dirinya berharap kasus ini bisa dijadikan pengingat bagi masyarakat Indonesia untuk selalu berjuang memberantas korupsi.

“Saya harapkan ini menjadi pengingat kita untuk terus berjuang melawan korupsi. Memperkuat KPK,” ujarnya.

Lebih lanjut Sandiaga Uno pun berjanji bila Prabowo-Sandi terpilih, dirinya akan memperkuat pendanaan KPK. Selain itu, jumlah penyidik KPK akan ditambah.

“Jika Prabowo-Sandi diberikan amanah, kami pastikan KPK diperkuat pendanaannya. Penyidiknya ditambah dan gerakan antikorupsi, dan gerakan membumihanguskan korupsi bisa lebih komprehensif. Bisa totalitas di 5 tahun ke depan,” pungkasnya. (ilfan/det)