Sandiaga-Uno
Sandiaga Uno. (foto: instagram/sandiuno)

harianpijar.com, JAKARTA – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno meminta Anggota Wantimpres Agum Gumelar membuktikan jika mantan Danjen Kopassus yang kini maju sebagai capres, Prabowo Subianto terlibat dalam kasus pelanggaran HAM.

Dalam sebuah video yang beredar, Agum Gumelar mengaku tahu dimana para korban penculikan dibunuh dan dikubur.

“Tolong diserahkan bukti-bukti yang dimilikinya, supaya bisa diproses. Saya yakin Pak Prabowo juga sangat mendukung,” ujar Sandiaga Uno di kawasan Bulungan, Jakarta, Jumat, 15 Maret 2019.

Sandiaga Uno menilai, pemerintah sudah punya mekanisme untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat. Dirinya merasa heran kasus ini sering muncul di tahun politik.

“Pelanggaran berat HAM sudah ada mekanismenya diserahkan dan pemerintah sudah punya kesempatan 5 tahun, kenapa baru di ujung seperti itu,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Sandiaga Uno, negara sulit mencapai masa depan bila terus berkutat di masa lalu tanpa ada penyelesaian secara tuntas. Dirinya berharap pernyataan Agum Gumelar merupakan pintu untuk pemerintah menyelesaikan pelanggaran HAM secara konkret.

“Kalau kita lihat spion terus, kita bisa bisa enggak dapat orientasi yang baik untuk masa depan. Jadi kita harap ini jadi pengingat kita dan apa yang diungkapkan oleh Pak Agum tersebut harapan kita adalah yang terkhir kali untuk disampaikan supaya dituntaskan karena kalau tidak sangat merupakan jadi cacat setiap proses lima tahun demokrasi,” terangnya.

Sandiaga Uno mengatakan masyarakat bisa menilai sendiri maksud tujuan Agum Gumelar mengungkapkan hal tersebut. Meskipun demikian, dirinya mengaku tetap menganggap Agum Gumelar sebagai keluarga.

“Masyarakat sudah bisa menilai sendiri. Kalau misalnya Pak Agum kan bagian dari tokoh-tokoh yang sangat kita hormati, saya sangat menghormati senior kita Pak Agum dan itu sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri,” kata Sandiaga Uno.

Dirinya lantas mengungkapkan bahwa Prabowo-Sandi menawarkan terobosan untuk menyelesaikan kasus HAM masa lalu supaya tidak menjadi bahan dalam pemilu lima tahunan.

“Kita akan buat suatu mekanisme jika Prabowo-Sandi terpilih agar isu masalah HAM berat masa lalu itu bisa terselesaikan, kita move on dari isu tersebut. Dan mekanismenya sedang disusun seperti mirip truth and reconcilation console yang ada di Afrika Selatan waktu itu, dan mereka berhasil move on dari masalah-masalah masa lalunya,” tutupnya. (ilfan/mer)