Mahfud-MD
Mahfud MD.

harianpijar.com, JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai puisi ‘Doa yang Ditukar’ yang dibuat Wakil Ketua DPR Fadli Zon secara hukum tidak bermasalah. Sebab, menurutnya, Fadli Zon tidak menyebut langsung subjek yang disinggung.

Namun, dikatakan Mahfud MD, puisi itu bermasalah secara etika karena telah menyinggung KH Maimun Zubair (Mbah Moen).

“Mau dihukum tidak bisa, tapi secara etik dia dianggap penistaan, penghinaan lah terhadap seorang Mbah Maimoen. Sehingga menyikapinya secara politik saja, orang ini pantas enggak sih menjadi wakil rakyat. Politik, kan, gitu,” ujar Mahfud MD di kawasan Jakarta Pusat, Rabu, 13 Februari 2019.

Selain itu, Fadli Zon juga dinilai tidak memiliki kewajiban hukum untuk meminta maaf kepada Mbah Moen. Pasalnya, menurut Mahfud MD, minta maaf itu urusan kesadaran dan Fadli Zon tak secara langsung menyebut Mbah Moen.

Dirinya menuturkan Fadli Zon hanya disebut sebagai orang yang tidak sopan dan melanggar etika. Meski begitu, Mahfud MD mengingatkan bahwa soal etika tidak dapat dipaksakan sehingga tak dapat diperkarakan kecuali ada aduan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

“Seperti saya sekarang bilang Fadli Zon melanggar etik, kan saya tidak bisa diperkarakan juga, sama dia juga tidak bisa diperkarakan melanggar etik. Kecuali mau diadili oleh dewan etik DPR, MKD. Tapi harus ada yang mengadu. Kalau ada yang mau mengadu ya silakan saja. Kalau saya enggak sih,” kata Mahfud MD.

Sebelumnya, Fadli Zon menuai kritik karena membuat puisi yang dianggap telah menyinggung doa Mbah Moen. Mbah Moen yang seharusnya berdoa untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru menyebut nama Prabowo Subianto.

Kritik pun berdatangan, terutama dari kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

Fadli Zon diminta untuk meminta maaf. Namun dirinya menolak dengan alasan bahwa puisi itu merupakan ekspresi dan tak berhubungan dengan Mbah Moen.

“Ya untuk apa saya melakukan sesuatu yang tidak saya lakukan,” ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senin, 11 Februari 2019. (ilfan/cnn)