Jusuf-Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

harianpijar.com, JAKARTA – Wapres Jusuf Kalla (JK) ikut mengomentari soal penetapan Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif sebagai tersangka atas kasus dugaan pelanggaran pidana pemilu.

JK meminta publik untuk bisa membedakan apakah hal itu sebagai bentuk kriminalisasi hukum atau bukan.

“Ya tentu kita harus bedakan kriminalisasi dengan masalah hukum,” ujar JK, di kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.

Bila memang bentuk kriminalisasi terhadap ulama perlu dikaji. JK mengaku sempat membaca bahwa Slamet Ma’arif ditetapkan sebagai tersangka lantaran melakukan kampanye di luar jadwal.

“Saya baca, karena pelanggaran lalu lintas ya bukan karena masalah agama tapi karena kampanye di jalan dialah. Kalau itu tapi itu hukum, memang harus diterapkan tetapi harus adil pada penerapannya,” ungkap JK.

Sebelumnya, Polres Surakarta, Jawa Tengah menetapkan Slamet Ma’arif sebagai tersangka. Penetapan tersangka itu terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019.

Slamet Ma’arif akan dipanggil kembali untuk mengikuti pemeriksaan pada Rabu, 13 Februari 2019. Menurut Kapolresta Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo, pihaknya telah mengirimkan surat panggilan kepada Slamet Ma’arif.

“Hari Rabu nanti (pemeriksaan). Panggilan sudah kita kirimkan kepada Ustaz Slamet Ma’arif untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Ribut Hari Wibowo kepada awak media di Mapolresta Surakarta. (ilfan/mer)