Habiburokhman
Habiburokhman. (foto: twitter/habiburokhman)

harianpijar.com, JAKARTA – Hasil survei Charta Politika soal elektabilitas caleg paling tinggi di daerah pemilihan DKI Jakarta I menempatkan Menpora Imam Nahrawi di urutan teratas dan Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman di tempat kedua.

Menanggapi hal itu, Habiburokhman menyebut para relawan pendukungnya merasa heran posisinya bisa di bawah Imam Nahrawi.

“Meski demikian, relawan pendukung saya di dapil mempertanyakan mengapa posisi saya ada di bawah Imam Nahrawi, yang menurut pengamatan mereka jarang turun ke dapil,” kata Habiburokhman kepada awak media, Senin, 11 Februari 2019.

Menurut Habiburokhman, hasil survei tersebut agak aneh. Mengingat DKI-I merupakan basis Partai Gerindra dan Prabowo Subianto.

“Agak aneh saja, Jakarta Timur itu kan basis tradisional Gerindra dan Pak Prabowo, masak Habiburokhman tidak nomor satu,” sebutnya.

Kendati begitu, Habiburokhman tetap mengapresiasi hasil survei Charta Politika. Dirinya juga mengaku akan terus bekerja keras untuk meraih suara tertinggi di DKI-I.

“Survei tersebut akan menjadi acuan saya untuk semakin keras bekerja mengetuk pintu dan hati warga. Target saya adalah meraih suara tertinggi di Jakarta Timur secara personal dan Gerindra menang. Tanggung jawab saya lainnya adalah memastikan Prabowo-Sandi menang di Jakarta Timur,” ujar Habiburokhman.

Sebelumnya, lembaga survei Charta Politika merilis hasil survei terbaru tentang tingkat pengenalan dan elektabilitas calon anggota DPR di daerah pemilihan DKI Jakarta I. Hasilnya, Imam Nahrawi menjadi caleg yang paling banyak dikenal.

Survei tersebut dilakukan dalam rentang waktu 18-25 Januari 2019 dengan wawancara tatap muka kepada total 2.400 responden atau 800 responden di tiap dapil.

Margin of error di tiap dapil kurang-lebih 3,4 persen. Survei dilakukan di DKI Jakarta karena dianggap sebagai barometer nasional.

Adapun 10 besar elektabilitas calon anggota DPR RI dapil DKI Jakarta I adalah sebagai berikut:

Imam Nahrawi: 15,1 persen
Habiburokhman: 6,8 persen
Eko Hendro Purnomo: 3,8 persen
Putra Nababan: 3,6 persen
Bambang Atmanto Wiyogo: 3,5 persen
M Yusuf Mujenih: 3,5 persen
Chica Koeswoyo: 3,3 persen
Wanda Hamidah: 2,3 persen
Mardani Ali Sera: 2,1 persen
Asril Hamzah Tanjung: 2,0 persen

. (nuch/det)