Eko-Patrio
Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio. (foto: liputan6/Johan Tallo)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) angkat suara soal kadernya, Eko Patrio, yang menjadi Anggota Dewan Pembina di ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi). PAN menegaskan Eko Patrio tetap berstatus sebagai kader dan caleg dari partai berlambang matahari putih tersebut.

“Eko masih tetap kader PAN. Tetap anggota DPR dari F-PAN, nyaleg 2019 dari PAN dan memimpin PAN di Jakarta,” ujar Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo kepada awak media, Senin, 11 Februari 2019.

Menurut Dradjad Wibowo, tak ada sanksi yang akan dijatuhkan kepada Eko Patrio. Pasalnya, kata dia, Garbi yang merupakan ormas besutan mantan Presiden PKS Anis Matta itu bukan parpol.

“Garbi kan ormas. Memang Anis Matta, Fahri Hamzah dkk yang menjadi pendiri dan tulang punggungnya. Tapi, selama Garbi tetap ormas, siapa saja boleh aktif di sana. Tidak ada larangan atau perintah,” kata Dradjad Wibowo.

“Kalau Garbi menjadi parpol, tentu tidak bisa seseorang menjadi anggota 2 atau lebih parpol. Untuk nyaleg pun undang-undang hanya membolehkan maju dari satu parpol,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dradjad Wibowo lalu mencontohkan tokoh PAN Didik Rachbini yang sempat gabung ke ormas Nasional Demokrat–kini menjadi Partai NasDem. Dirinya menyebut apa yang Eko Patrio lakukan saat ini bukan kasus satu-satunya di PAN.

“Eko bukan yang pertama, kok. Dulu waktu NasDem masih ormas, beberapa tokoh PAN juga ikut di sana. Termasuk di antaranya Mas Didik Rachbini. Setelah NasDem menjadi parpol, Mas Didik memilih tetap di PAN. Jadi enteng-enteng saja,” jelas Dradjad Wibowo.

Sebelumnya, Eko Patrio mengatakan bahwa dirinya telah bergabung ke ormas Garbi. Dirinya mengaku cocok dengan visi-misi Garbi. Bahkan, Eko Patrio juga mendapat posisi sebagai Anggota Dewan Pembina.

“Dan alhamdulillah saya dijadikan pembina oleh Garbi,” sebut Eko Patrio. (nuch/det)