Suhud-Aliyudin
Suhud Alynudin.

harianpijar.com, JAKARTA – Hasil survei Celebes Research Center (CRC) menunjukkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan selisih 20 persen. PKS meragukan hasil survei tersebut.

“Bagi kami agak meragukan hasilnya, karena berbeda hasilnya terlalu jauh dengan sejumlah lembaga survei lain dan juga hasil survei internal kami,” kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin kepada awak media, Minggu, 10 Februari 2019.

Menurut Suhud Alynudin, berdasarkan survei internalnnya, elektabilitas Prabowo-Sandi terus meningkat. Bahkan, selisih dengan Jokowi-Ma’ruf Amin juga semakin tipis.

“Di survei lembaga lain dan survei internal kami, trend elektabilitas Pak Jokowi cenderung turun, dan elektabilitas Prabowo-Sandi bergerak naik dengan selisih yang tersisa hanya satu digit,” sebutnya.

Suhud Alynudin mengatakan tak ada faktor yang mendorong kenaikan elektabilitas Jokowi. Mengingat, sejumlah kebijakan kerap blunder dan tidak konsisten.

“Faktor apa yang mendorong kenaikan elektabilitas Pak Jokowi, kinerja pemerintah tak ada peningkatan dan sementara blunder terus dilakukan oleh pemerintah,” kata Suhud Alynudin.

Sebelumnya, CRC merilis survei elektabilitas dari kedua pasangan calon presiden jelang Pilpres 2019. Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf Amin lebih unggul dari Prabowo-Sandi.

Survei tersebut dilakukan dalam rentang waktu 23-31 Januari 2019 terhadap 1.200 responden dengan metode penarikan sampel multistage random sampling. Margin of error survei sebesar +/- 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95,0 persen.

Sampel berasal dari 34 Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung (face to face) dengan menggunakan kuesioner oleh pewawancara yang sudah terlatih. Quality control survei sebesar 20 persen.

“Elektabilitas calon presiden kalau pertanyaan spontan kalau pemilihan berlangsung hari ini, kalau Pak Jokowi 56,1 persen, Pak Prabowo 31,7 persen. Tidak tahu atau tidak menjawab 12,2 persen,” ujar Direktur Eksekutif Celebes Research Center (CRC) Herman Heizer di restauran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, hari ini. (nuch/det)