Megawati-Puan
Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani di Jambore Kader Komunitas Juang. (foto: detik/Arbi Anugrah)

harianpijar.com, BANYUMAS – Ketum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri membandingkan paslon nomor urut 01 dengan paslon nomor urut 02. Menurutnya, paslon 02 hanya berkata akan, namun belum berbuat. Dirinya memintas paslon 02 untuk berfikir logis dan objektif.

“Kita nomor satu dengan paslon nomor dua mari kita berfikir logic objektif. Yang sini sudah bekerja keras, buktinya ada. Kalau dilihat dengan objektif dari sisi Mbak Puan sebagai Menko PMK, tadinya tidak ada BPJS, sekarang ada BPJS. Lalu jalan dibuat sedemikin rupa, orang ada kok buktinya,” kata Megawati saat memberikan amanat kepada para kader dan simpatisan PDIP di acara Jambore Kader Komunitas Juang, di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu, 10 Februari 2019.

Lebih lanjut Megawati mencontohkan saat dalam perjalanan dari Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, menuju Banyumas, terdapat infrastruktur terowongan kereta api double track yang tengah dibuat di daerah Kebasen.

“Dari bandara mau ke sini ada terowongan kereta baru, itu kan bukti. Yang paslon dua selama ini kan bilang nanti akan, nanti akan, mbok ya mikir to, yang ketok wae sih sulit (yang kelihatan saja masih sulit), yang di sini akan akan akan, sisanya mengritik. Saya ya mikir, saya ya sudah pernah jadi Presiden, dipikir apa gampang ya, seperti membalik tangan akan akan. Berarti kan belum to,” ungkapnya.

Selain itu, Megawati juga mengingatkan kepada warga Jawa Tengah, terutama kaum perempuan agar jangan hanya karena diberikan uang lalu mengubah pilihan untuk masa depan Indonesia lima tahun ke depan.

“Terutama yang di Jawa Tengah ini, mungkin ibu-ibu, sampeyan kan pinter mikir, aja merga mung rong atus ewu, telung atus ewu (jangan hanya karena uang dua ratus ribu, tiga ratus ribu) terus nyoblos. Nyoblos itu tidak sampai 5 menit, tapi harga nyoblos itu kan 5 tahun, mari belajar mensimulasi sebuah pikiran yang mendatangkan objektifitas bagi kita,” ujar Megawati. (nuch/det)